Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengukuhkan langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran (Kick Off) Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta penguatan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Ibu Hamil dan Pencegahan Stunting yang digelar di Puskesmas Malo, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pemenuhan gizi, terutama pada ibu hamil, sebagai fondasi utama melahirkan generasi yang bebas stunting.
Berdasarkan data tahun 2025, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bojonegoro telah menjangkau 534.434 jiwa atau sebesar 40,33 persen dari total populasi lintas usia.
Dari hasil pemeriksaan massal tersebut, Dinas Kesehatan mencatat lima masalah kesehatan yang paling mendominasi di masyarakat, yakni Penyakit Gigi, Obesitas, Hipertensi, Gangguan Penglihatan, dan Pra-Diabetes
Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyakit tidak menular (PTM) berkembang menjadi kondisi yang lebih kronis.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan dan pihak terlibat. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perubahan perilaku adalah kunci utama keberhasilan program kesehatan.
“Kesehatan pada dasarnya adalah tanggung jawab kita masing-masing. Saya berharap kita semua bisa memberikan contoh dengan mengawali cek kesehatan untuk diri sendiri,” ujar Setyo Wahono.
Bupati juga menitipkan pesan khusus kepada para kepala keluarga. Ia meminta para pria untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam melindungi kelompok rentan.
“Saya mohon, terutama kepada bapak-bapak, saat merokok agar menjaga jarak dari ibu hamil dan balita. Hal kecil seperti ini sangat berarti bagi kesehatan mereka,” tambahnya.
Selain deteksi dini, kampanye Germas kali ini fokus pada intervensi gizi bagi ibu hamil. Langkah ini diharapkan mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), sekaligus memastikan anak-anak di Bojonegoro tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.
Dengan sinergi antara fasilitas layanan kesehatan yang terus ditingkatkan oleh Pemkab dan partisipasi aktif warga, Bojonegoro optimis dapat mewujudkan target nasional dalam mencetak generasi berkualitas di masa depan.









