Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan UHC Award 2026

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan UHC Award 2026

Sebarkan artikel ini
8725945D BF68 4697 9568 71E15063BC23

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, Kabupaten Bojonegoro berhasil memboyong penghargaan dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan di JIEXPO Convention Centre and Theater, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati. Capaian ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat atas komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya menegaskan bahwa program JKN adalah mandat konstitusi untuk memastikan rakyat tidak jatuh miskin saat jatuh sakit.

“Program JKN menjadi ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan. Saya menekankan, tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun. Kualitas layanan pun harus terus ditingkatkan,” tegas pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut.

Senada dengan hal itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa per 31 Desember 2025, kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia.

“Daerah yang telah mencapai UHC terbukti memiliki tingkat kesakitan yang lebih rendah dan akses layanan yang jauh lebih baik,” ujar Ghufron.

Ditemui usai menerima trofi, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menyampaikan rasa syukur atas diraihnya kategori Madya dalam penghargaan tahun ini.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil bimbingan Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati, serta kerja sama seluruh OPD terkait. Namun, esensi utama dari capaian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan jaminan bahwa masyarakat Bojonegoro, khususnya yang kurang mampu, kini tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya pengobatan,” jelas Ninik.

Meski biaya pengobatan telah dijamin oleh pemerintah melalui skema UHC, Ninik tetap memberikan pesan penting bagi warga Bojonegoro.

“Kami tetap menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya preventif melalui pola makan dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama kualitas hidup,” tambahnya.

Penghargaan UHC Awards 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan. Dengan cakupan yang merata, Pemkab Bojonegoro optimis dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.