Pemerintahan

Cantika Wahono Ajak Ibu-Ibu PKK Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Kajian Ramadan

liputanbojonegoro637
×

Cantika Wahono Ajak Ibu-Ibu PKK Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Kajian Ramadan

Sebarkan artikel ini
EC07A200 8A5B 43F8 AEAD 5F2F3EFE8A46

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi perubahan masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam acara “Kajian Ramadan TP PKK Kabupaten Bojonegoro” yang digelar di Pendopo Malowopati, Rabu (4/3/2026).

Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti pendopo saat ratusan ibu-ibu dari berbagai penjuru wilayah Bojonegoro memadati lokasi.Dalam sambutannya, Cantika Wahono menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bersilaturahmi di bulan suci ini.

Menurut Cantika, memasuki minggu ketiga Ramadan, tantangan berpuasa bukan lagi sekadar menahan lapar dan kantuk, melainkan bagaimana meningkatkan kualitas batin.

Ia berpesan agar para ibu lebih peka dalam beribadah, membedakan mana yang sekadar rutinitas dan mana yang merupakan pengabdian tulus berlandaskan iman dan taqwa.

“Perubahan di dalam masyarakat itu berawal dari keluarga. Dengan keluarga yang kuat dan tetap berpegang teguh pada Allah SWT, kita bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi bagi lingkungan kita,” ujar Cantika di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.

Selain memberikan penguatan internal keluarga, Cantika Wahono juga mengajak para jamaah untuk menyelipkan doa bagi kesejahteraan daerah. Ia berharap Bojonegoro senantiasa menjadi kabupaten yang maju, bahagia, dan membanggakan.

“Mari kita perbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, serta mendoakan anak-anak, pasangan, dan pemimpin kita agar Bojonegoro yang kita cintai ini senantiasa dalam lindungan-Nya,” tambahnya dengan penuh harapan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah oleh Kyai Tajuddin. Melalui ilmu yang disampaikan, para jamaah diharapkan mendapatkan bekal spiritual yang kuat untuk mengakhiri bulan Ramadan dengan predikat takwa.

Kajian ini ditutup dengan suasana khidmat, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta yang pulang dengan semangat baru untuk terus menebar kebaikan di sisa bulan suci Ramadan.