Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Di sebuah sudut sunyi Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, seorang bocah laki-laki bernama Zidan tengah bertaruh dengan waktu dan keterbatasan.
Di usia yang seharusnya penuh tawa, Zidan justru harus berkawan akrab dengan aroma obat dan lilitan perban yang tak kunjung lepas dari kakinya.
Nasib malang seolah enggan beranjak dari hidupnya. Zidan adalah seorang yatim piatu yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak dini.
Kini, ia hanya memiliki sang nenek, Ibu Sulikhah, sebagai satu-satunya pilar penyangga hidup di tengah usia senja dan impitan ekonomi.
Petaka itu bermula pada tahun 2023. Saat anak-anak lain bersukacita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Zidan justru mengalami kecelakaan hebat.
Sebuah truk menghantam tubuh mungilnya, menyisakan luka parah pada bagian kaki yang hingga kini, dua tahun berselang, belum juga pulih sepenuhnya.
“Saya hanya ingin Zidan bisa berjalan lagi, bermain, dan hidup normal seperti anak-anak lainnya,” ungkap Ibu Sulikhah dengan suara lirih saat ditemui di kediamannya, Senin (23/3/2026).
Setiap harinya, Zidan hanya bisa menatap teman sebaya dari kejauhan. Aktivitas berlari dan bermain bola kini hanya menjadi angan yang tersimpan rapat dalam benaknya. Proses pemulihannya pun terhambat tembok besar bernama kemiskinan.
Ibu Sulikhah harus memutar otak setiap hari. Biaya perawatan medis, penggantian kasa steril, obat-obatan, hingga asupan gizi yang layak sering kali menjadi beban yang teramat berat bagi nenek lansia tersebut. Di rumah sederhana itu, mereka bertahan dengan sisa-sisa tenaga dan harapan yang masih terjaga.
Kisah Zidan adalah potret nyata ketabahan di tengah badai ujian. Namun, ketabahan saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka fisiknya.
Uluran tangan para dermawan sangat dibutuhkan agar langkah kaki Zidan bisa kembali tegak menatap masa depan.
Bagi masyarakat yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan atau donasi, dapat menyalurkannya langsung ke kediaman Zidan di Alamat: Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Mari bersama-sama kita hadirkan kembali senyum di wajah Zidan, karena bantuan sekecil apa pun adalah napas baru bagi perjuangannya untuk sembuh.






