Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Nuansa kearifan lokal terasa kental di Dusun Sumengko, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro pada Senin (11/05/2026).
Ratusan warga tumpah ruah merayakan tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian tahun ini.
Acara yang menjadi agenda wajib tahunan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga aparat Linmas setempat.
Kegiatan diawali dengan prosesi sakral berupa doa bersama dan kenduri. Ritual ini dilakukan di tiga titik punden yang menjadi pusat penghormatan leluhur bagi warga setempat, yakni Sendang Watu Pawon, Sendang Sawah Kalen, dan Sendang Kidul.
Warga membawa berkat dan tumpeng hasil bumi untuk didoakan bersama, menciptakan suasana guyub rukun yang menyatukan seluruh lintas generasi.
Sebagai puncak kemeriahan, panitia menghadirkan pagelaran seni Langen Tayub dari grup karawitan New Margo Laras asal Lamongan.
Kehadiran empat waranggono tersohor—Nyi Retno, Nyi Karniati, Nyi Tika, dan Nyi Sepri—bersama pramugari Sumantri berhasil memukau penonton yang memadati area pertunjukan.
Ketua Panitia Pelaksana, Samsu, mengungkapkan kebanggaannya atas kemandirian warga. Ia menyebutkan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan murni berasal dari iuran sukarela atau swadaya masyarakat.
“Acara ini terlaksana atas dasar kesadaran dan semangat gotong royong warga. Ini adalah bentuk syukur kami kepada Tuhan atas berkah panen yang luar biasa,” jelas Samsu di sela-sela acara.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Dusun Sumengko, Parno. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga kondusivitas acara hingga berjalan aman dan lancar.
“Harapannya, tradisi ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya kita dalam nguri-uri atau melestarikan budaya leluhur agar tetap eksis di masa depan,” pungkasnya.











