Liputanbojonegoro.comBojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat basis data kewilayahan melalui program Desa Cinta Statistik (CANTIK).
Terbaru, tiga desa resmi menyandang predikat tersebut dalam acara Pencanangan Desa CANTIK Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (15/4/2026).
Ketiga desa yang baru dikukuhkan tersebut adalah Desa Rendeng (Kecamatan Malo), Desa Pekuwon (Kecamatan Sumberrejo), dan Desa Sonorejo (Kecamatan Padangan).
Dengan bertambahnya tiga desa ini, kini tercatat ada 16 desa di Kabupaten Bojonegoro yang telah resmi menjadi Desa CANTIK sejak program ini digulirkan pada 2021.
Masing-masing desa yang terpilih tahun ini memiliki keunggulan strategis yang didukung oleh pengelolaan data yang baik:
1. Desa Rendeng (Kecamatan Malo): Dikenal sebagai “Pusat Kerajinan Gerabah” terbesar di Bojonegoro. Desa ini bertransformasi menjadi Desa Wisata Edukasi berbasis budaya dan industri kreatif. Penguatan statistik di desa ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.
2. Desa Pekuwon (Kecamatan Sumberrejo): Merupakan desa pelopor digitalisasi yang telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa (SIMPEDES) sejak 2006. Desa yang memenangkan Radar Bojonegoro Award 2025 ini unggul dalam kemandirian sumber daya air (HIPPAM) serta administrasi data yang transparan dan modern.
3. Desa Sonorejo (Kecamatan Padangan): Mengandalkan sektor pariwisata air melalui Pesona Waduk Sonorejo (PWS). Transformasi waduk menjadi destinasi wisata keluarga yang populer telah mendorong pertumbuhan sektor kuliner dan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Program Desa CANTIK di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS Bojonegoro, berikut adalah sebaran 16 Desa CANTIK hingga tahun 2026:
• 2021: Desa Kauman (Bojonegoro), Desa Prayungan (Sumberrejo).
• 2022: Desa Kedungsari (Temayang), Desa Pejambon (Sumberrejo), Desa Plesungan (Kapas), Desa Pesen (Kanor).
• 2023: Desa Sumberrejo (Sumberrejo), Desa Balenrejo (Balen), Desa Dander (Dander).
• 2024: Desa Pilanggede (Balen), Desa Mulyoagung (Bojonegoro), Desa Panjunan (Kalitidu).
• 2025: Desa Campurejo (Bojonegoro).
• 2026: Desa Pekuwon (Sumberrejo), Desa Rendeng (Malo), Desa Sonorejo (Padangan).
Pencanangan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Bojonegoro untuk mulai sadar akan pentingnya statistik.
Dengan data yang akurat, pembangunan desa diharapkan dapat lebih tepat sasaran, efektif, dan mampu menjawab tantangan di masa depan.






