Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Ratusan guru swasta dan madrasah yang tergabung dalam Aliansi Pendidik Kabupaten Bojonegoro resmi bertolak menuju Jakarta pada hari Selasa, (19/05/2026), untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa berskala nasional.
Keberangkatan rombongan yang menuntut kesetaraan status dan peningkatan kesejahteraan ini dilepas secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro di halaman Gedung Dewan.
Massa yang berangkat merupakan gabungan dari berbagai aliansi guru di Bojonegoro. Di antaranya adalah Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) yang dipimpin oleh Galih Rimba Ariyana, S.Pd., Gr., serta Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) di bawah pimpinan Muh. Burhanudin, S.Pd, M.A.P.
Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti pelepasan armada bus yang membawa para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Dengan mengenakan seragam organisasi profesi serta atribut ikat kepala merah putih, para guru bersiap menempuh jalur darat menuju Ibu Kota demi mengetuk pintu kebijakan pemerintah pusat.
Dalam prosesi pemberangkatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro hadir langsung di tengah-tengah massa untuk memberikan suntikan moral dan melepas keberangkatan rombongan secara simbolis.
Kehadiran pimpinan DPRD ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi para guru swasta dan madrasah mendapatkan atensi dan dukungan penuh dari jajaran legislatif di tingkat daerah.
Dalam kesempatannya, pihak DPRD menyampaikan pesan agar para guru tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, tertib dalam menyampaikan pendapat, serta berharap agar perjuangan mereka di Jakarta dapat membuahkan hasil yang konkret bagi masa depan dunia pendidikan.
“Kami berharap para guru tetap menjaga keselamatan, tertib dalam menyuarakan pendapat, dan semoga perjuangan ini membuahkan hasil konkret bagi masa depan pendidikan,” ujar pihak DPRD Bojonegoro dalam pesannya.
Aksi nekat ratusan guru bertolak ke Jakarta ini merupakan kelanjutan dari aspirasi yang sebelumnya telah disuarakan di daerah. Anggota aliansi merasa pergerakan di tingkat regional perlu diperkuat dengan desakan langsung ke pusat kekuasaan.
Rombongan asal Bojonegoro ini dijadwalkan akan langsung bergabung dengan ribuan guru swasta dari berbagai penjuru tanah air sesampainya di Jakarta.
Perwakilan aliansi menegaskan bahwa mereka tidak akan goyah dan siap mengawal tuntutan ini sampai ada kepastian regulasi yang berpihak pada nasib guru swasta dan madrasah di Indonesia.






