Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Perayaan Sedekah Bumi di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Rabu (6/5/2026), tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat, tetapi juga momentum emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk unjuk gigi.
Ribuan warga Tindimulo, Kecamatan Kedungadem, Bojknegiro yang memadati lokasi kirab gunungan menjadi target pasar potensial yang menggerakkan roda ekonomi desa.
Di balik kemeriahan ritual syukur tersebut, kehadiran para pedagang dan pelaku usaha lokal menjadi urat nadi yang menghidupkan suasana ekonomi di sepanjang rute kirab menuju Punden Gunung Panji.
Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Mas Indra, pelaku UMKM asal Kedungadem yang bergerak di bidang perdagangan mainan anak.
Di tengah kerumunan warga, lapak mainan Mas Indra tampak diserbu anak-anak yang ikut serta dalam iring-iringan kirab.
Bagi Indra, momen Sedekah Bumi adalah berkah tahunan. Ia jeli melihat peluang dengan menyediakan berbagai mainan edukatif yang terjangkau.
Kehadiran UMKM seperti milik Mas Indra membuktikan bahwa acara adat mampu menjadi pendorong omzet bagi pedagang lokal yang mampu menangkap kebutuhan massa yang berkumpul.
Tak jauh dari lokasi kirab, Ibu Fatiyah, pelaku UMKM minuman asal Kepohbaru, juga memetik manisnya berkah Nyadran. Berbekal racikan minuman segarnya, ia menjadi incaran para peserta kirab dan warga yang kehausan setelah mengikuti prosesi jalan kaki.
Meskipun berasal dari kecamatan tetangga, Ibu Fatiyah melihat potensi pasar yang besar di Tondomulo. Keberhasilannya memasarkan produk minuman di tengah acara ini menunjukkan bahwa kualitas produk UMKM Bojonegoro sangat kompetitif dan diminati jika dipasarkan di waktu dan tempat yang tepat.
Kepala Desa Tondomulo, Yanto, mengakui bahwa setiap gelaran tradisi desa selalu berdampak positif pada perputaran uang di masyarakat.
Ia berharap ke depan, acara Sedekah Bumi bisa dikelola lebih profesional untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM.
“Kita melihat semangat gotong royong ini juga menular ke sektor ekonomi. Ada pedagang mainan, penjual makanan, hingga minuman.
Semua laku terjual. Kami ingin tradisi ini tidak hanya memberkati secara spiritual, tapi juga secara finansial bagi para pelaku usaha kecil seperti Mas Indra dan Ibu Fatiyah,” jelasnya.
Melalui sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan UMKM, Desa Tondomulo membuktikan bahwa identitas lokal bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat bagi masyarakat Bojonegoro.












