Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 BPR Bank Daerah Bojonegoro menjadi panggung nyata bagi penguatan ekonomi sektor informal.
Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, bank milik daerah ini menyalurkan bantuan modal usaha kepada seluruh pedagang kembang setaman se-Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (19/5/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen konkret dalam menjaga stabilitas dan gairah ekonomi kerakyatan.
Kegiatan yang berlangsung dengan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.
Dalam sambutannya, Nurul menegaskan bahwa pedagang kecil merupakan pilar penting yang menjaga roda perekonomian daerah tetap berputar, sehingga intervensi berupa dukungan moral maupun material sangat krusial untuk dilakukan.
“Pemkab Bojonegoro sangat mengapresiasi langkah BPR Bank Daerah yang tidak hanya berfokus pada bisnis layanan keuangan, tetapi juga hadir langsung mendampingi masyarakat kecil.
Bantuan ini diharapkan mampu memantik semangat para pedagang kembang setaman untuk memperluas usahanya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Nurul.
Nurul menambahkan, kolaborasi vertikal antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan daerah adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, skema bantuan kali ini didesain secara komprehensif agar memberikan dampak jangka panjang.
Selain menerima suntikan modal usaha sebesar Rp 500.000, para pedagang kembang setaman juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai literasi keuangan.
Program edukasi tersebut mencakup Menanamkan kesadaran pentingnya menyisihkan pendapatan untuk jaminan masa depan, Mengedukasi pedagang dalam memisahkan uang modal dan mengelola keuntungan usaha secara bijak ,dan Membuka peluang dan pemahaman untuk pengembangan usaha yang lebih maju dan terstruktur.
“Kami berharap ke depan hubungan antara BPR dan masyarakat semakin erat. Tidak sekadar memberi bantuan sekali selesai, tetapi ada pendampingan berkelanjutan agar masyarakat bisa naik kelas,” imbuh Nurul.
Perayaan hari jadi ke-30 BPR Bank Daerah Bojonegoro tahun ini sengaja mengusung tema “Tumbuh Bersama Masyarakat, Menguatkan Ekonomi Kerakyatan”.
Manifestasi dari tema tersebut diwujudkan lewat program yang menyasar langsung para pelaku usaha mikro—sektor yang terbukti menjadi tulang punggung pertahanan ekonomi daerah di tengah dinamika pasar.
Melalui stimulan modal dan pendampingan manajemen keuangan ini, para pedagang kembang setaman di Bojonegoro diharapkan tidak hanya mampu bertahan, melainkan bertransformasi menjadi sektor usaha yang lebih tangguh dan mandiri demi menopang ekonomi keluarga serta daerah.






