Pemerintahan

TP PKK Bojonegoro Dorong Program GAYATRI dan Penuntasan Stunting di Desa Kabunan

liputanbojonegoro637
×

TP PKK Bojonegoro Dorong Program GAYATRI dan Penuntasan Stunting di Desa Kabunan

Sebarkan artikel ini
C477EC2B C2CD 47B7 AD66 4C89205DC59E

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus masif turun ke lapangan guna mengawal pelaksanaan program kerja daerah.

Pada Rabu (17/6/2026), TP PKK Bojonegoro menggelar kunjungan kerja terpadu sekaligus pembinaan administrasi di TP PKK Desa Kabunan, Kecamatan Balen.

Kedatangan Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, disambut hangat oleh pameran produk UMKM unggulan desa setempat, mulai dari aneka olahan makanan hingga kerajinan batik khas Bojonegoro.

Selain pembinaan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan kepada kelompok rentan, yang meliputi Balita dan remaja kurang gizi, Ibu hamil dan lansia, Penyandang disabilitas, Kunjungan langsung ke sekolah-sekolah desa, dan Ketahanan Pangan Lewat Program GAYATRI

Program GAYATRI menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan ini. Pemaparan materi disampaikan langsung oleh Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito.

Menurut Cantika Wahono, program GAYATRI ini diturunkan langsung ke tingkat PKK agar setiap rumah tangga memiliki beberapa ekor ayam petelur. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan gizi protein keluarga secara mandiri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Balen, Nety Sahara, mengupas tuntas mengenai mitos dan fakta seputar stunting. Ia menegaskan bahwa perawakan pendek tidak selalu identik dengan stunting.

“Perawakan pendek memang bisa karena keturunan. Namun, jika sejak awal kehamilan kebutuhan gizi sudah diperbaiki, anak tetap memiliki peluang tumbuh tinggi dan optimal,” jelas Nety.

Nety juga mengingatkan dampak krusial stunting yang menyerang perkembangan otak dan imunitas anak:

 Perkembangan Otak Terhambat: Anak yang mengalami stunting pertumbuhan otaknya tidak maksimal (kurang padat).

 Rentan Penyakit: Berdasarkan kajian medis, anak-anak stunting cenderung lebih sering sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Untuk memutus rantai stunting, Puskesmas Balen bersama TP PKK menekankan empat poin pencegahan berbasis siklus hidup:

1 Posyandu Remaja: Dioptimalkan untuk mempersiapkan kesehatan calon ibu sejak usia muda.

2 Pengawasan Ibu Hamil: Ibu hamil yang terlalu kurus berisiko tinggi melahirkan anak stunting. Disarankan untuk segera memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan terdekat.

3 ASI Eksklusif (0–6 Bulan): Wajib diberikan secara penuh tanpa makanan pendamping.

4 MPASI Mandiri (6 Bulan–1 Tahun): Pemberian Makanan Pendamping ASI yang sangat disarankan untuk dimasak sendiri di rumah demi menjamin kualitas gizi dan kebersihan.

Melalui sinergi program GAYATRI dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu, TP PKK Bojonegoro optimistis dapat mencetak lingkungan sehat yang bebas asap rokok serta melahirkan generasi masa depan yang unggul.