Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah dan Intervensi Gizi di Bubulan

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah dan Intervensi Gizi di Bubulan

Sebarkan artikel ini
D4A2FB8F 352A 477D AD6F D22F27DB0228

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan angka kerentanan gizi masyarakat melalui program intervensi strategis.

Langkah ini diwujudkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro melalui kegiatan Intervensi Kerentanan Pangan Tahun 2026.

Acara yang dipusatkan di Balai Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, pada Kamis (18/6/2026) tersebut juga dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga setempat.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pertanian dan kesehatan saat ini menjadi arus utama pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen Pemkab untuk mengawal kesejahteraan petani dari hulu ke hilir.

“Pemkab terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan air, pupuk, bibit, hingga stabilitas harga pasca-panen agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” ujar Nurul Azizah.

Komitmen tersebut terbukti membuahkan hasil positif. Nurul mengungkapkan, produksi padi di Kabupaten Bojonegoro mengalami lonjakan signifikan.

Dari yang sebelumnya berada di kisaran 710 ribu ton per tahun, kini meningkat menjadi 864 ribu ton, atau bertambah sekitar 154 ribu ton.

“Dengan capaian tersebut, Kabupaten Bojonegoro naik peringkat dari posisi ketiga menjadi peringkat kedua sebagai daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Jawa Timur,” tambahnya.

Di sisi lain, program Intervensi Kerentanan Pangan ini juga difokuskan sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap balita di wilayah rentan pangan. Khusus di Kecamatan Bubulan, terdapat 43 balita yang tercatat menerima manfaat.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa program ini menyasar balita dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Data penerima disusun berdasarkan hasil analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan serta Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025.

“Sebanyak 267 balita dari 24 desa di 9 kecamatan menjadi penerima manfaat program intervensi kerentanan pangan tahun ini.

Masing-masing balita memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan dua paket olahan ikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga,” jelas Zaenal.

Guna memaksimalkan dampak operasional di lapangan, pelaksanaan intervensi ini disinergikan dengan GPM yang melibatkan DKPP, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Perum Bulog, serta pelaku UMKM lokal. Warga yang hadir juga dapat menikmati fasilitas cek kesehatan gratis dari Puskesmas Bubulan.

Melalui sinergi yang kuat antara pemkab, Bulog, dan UMKM, Wabup Nurul Azizah berharap program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan gizi, tetapi juga mampu mendorong produk UMKM lokal naik kelas demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro yang berkelanjutan.