Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kontingen Kecamatan Kota Bojonegoro kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Bojonegoro 2026.
Dominasi tersebut kian kokoh setelah mereka sukses mengamankan tambahan dua medali emas dari cabang olahraga (cabor) kickboxing yang menggelar partai final di Bojonegoro Sport Center, Kamis (9/7/2026).
Dua medali emas penentu tersebut masing-masing dipersembahkan oleh Dava Danil Alam yang keluar sebagai juara di nomor Full Contact kelas -71 kilogram, serta M. Fahri Ramadani yang sukses naik podium tertinggi pada nomor Low Kick kelas -51 kilogram.
Selain Kecamatan Kota, medali emas di cabor ini juga berhasil diraih oleh kontingen Kecamatan Kedungadem melalui aksi M. Syaifuddin di nomor Full Contact kelas -51 kilogram, serta Kecamatan Trucuk lewat Marvin Arfianto yang menjadi juara di nomor Full Contact kelas -63,5 kilogram.
Secara keseluruhan, cabor kickboxing tahun ini diikuti oleh 64 atlet dari 15 kecamatan yang mempertandingkan enam nomor kompetisi.
Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Sahari, yang hadir langsung untuk menyerahkan medali, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pertandingan dan potensi besar para atlet.
“Potensinya luar biasa. Saya melihat langsung kemampuan para atlet kickboxing. Jika dibina secara serius dan berkelanjutan, mereka memiliki peluang besar untuk menyumbangkan prestasi pada ajang Porprov Jawa Timur tahun depan,” ujar Sahari optimistis.
Tambahan medali dari cabor kickboxing ini semakin menjauhkan posisi Kecamatan Kota di kasta tertinggi klasemen sementara Porkab II 2026.
Hingga Kamis sore, Kecamatan Kota telah mengoleksi total 178 poin dari raihan 29 medali emas, 21 perak, dan 20 perunggu.
Posisi kedua ditempati oleh Kecamatan Dander yang membayangi dengan koleksi 16 emas, 9 perak, dan 12 perunggu, dengan total akumulasi 94 poin.
Sementara itu, tensi tinggi terjadi pada perebutan tempat ketiga antara Kecamatan Kapas dan Kecamatan Trucuk. Saat ini, Kecamatan Kapas berada di peringkat ketiga dengan 62 poin (9 emas, 9 perak, 8 perunggu).
Mereka mengungguli Kecamatan Trucuk di posisi keempat yang mengantongi 56 poin (10 emas, 6 perak, 4 perunggu). Meskipun Trucuk unggul dalam aspek medali emas, sistem regulasi penilaian Porkab II yang berbasis akumulasi poin membuat Kapas tetap bertahan di urutan ketiga.
Wakil Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, menegaskan bahwa peta persaingan di papan klasemen masih sangat dinamis dan terbuka lebar.
Hal ini dikarenakan sejumlah cabor unggulan baru akan menyelesaikan pertandingan pada hari terakhir pelaksanaan Porkab II.
“Tiga cabang olahraga yang masih memperebutkan medali adalah MMA (Mixed Martial Arts), atletik yang memasuki babak final, serta futsal yang akan memainkan laga puncak,” terang Tonny.
Lebih lanjut, Tonny menambahkan bahwa data klasemen sore tersebut belum memasukkan hasil rekapitulasi final dari cabor bola tangan, serta perolehan medali kickboxing yang baru saja rampung pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Dengan menyisakan beberapa nomor pertandingan krusial, persaingan antar-kecamatan dipastikan akan berjalan semakin sengit menjelang upacara penutupan.
Seluruh kontingen kini fokus memanfaatkan momentum hari terakhir untuk mendulang sisa medali demi memperbaiki posisi final mereka di Porkab II Bojonegoro 2026.











