Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Gelar Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk 5 Posisi Strategis

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Gelar Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk 5 Posisi Strategis

Sebarkan artikel ini
B6DB08B3 10A7 4A79 A993 C74DF7E30BD9

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar tahapan seleksi kompetensi bidang dan teknis untuk Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Seleksi yang dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif ini berlangsung selama dua hari, yakni Senin (08/06/2026) dan Selasa (09/06/2026).

Tahapan seleksi kali ini berfokus pada presentasi uji gagasan atau makalah serta wawancara. Agenda ini menjadi bagian penting dalam mengukur kapabilitas, kompetensi, serta kesiapan para peserta sebelum mengemban jabatan strategis di pemerintahan daerah.

Seleksi terbuka ini diikuti oleh para pelamar yang membidik posisi kepala di 5 (lima) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis di Bojonegoro, meliputi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Proses penilaian dilakukan secara ketat oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari unsur internal dan eksternal. Pansel internal dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro selaku Ketua Pansel, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, serta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, tiga anggota pansel eksternal lainnya mengikuti jalannya seleksi secara langsung maupun melalui virtual via Zoom Meeting.

Anggota Pansel dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Tuhana, menjelaskan bahwa masing-masing peserta mendapatkan alokasi waktu selama 30 menit.

Waktu tersebut dibagi menjadi 10 menit untuk presentasi makalah dan 20 menit untuk sesi wawancara pendalaman.

“Penilaian dilakukan melalui tiga instrumen objektif, yaitu penilaian makalah yang disusun peserta, kemampuan presentasi, dan penilaian wawancara.

Pada tahap wawancara, ada sejumlah aspek yang dicermati pansel untuk memastikan kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan JPT Pratama,” terang Tuhana.

Ia juga menambahkan bahwa hasil akhir dari tahapan ini akan menjadi acuan dasar dalam menentukan peserta terbaik.

Saat membuka kegiatan, Sekda Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman ini tidak hanya untuk menggali kemampuan teknis dan manajerial semata, namun juga menguji komitmen moral dan tanggung jawab para calon pejabat.

“Kami menghendaki calon yang nantinya terpilih benar-benar siap melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanahkan.

Kami ingin memastikan adanya kemauan yang kuat dari masing-masing peserta, sehingga ketika nanti dipercaya memegang jabatan, mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tegas Edi.

Melalui sistem seleksi yang terbuka transparan dan akuntabel ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat melahirkan jajaran pimpinan yang memiliki kompetensi tinggi, integritas, inovasi, serta komitmen kuat dalam memajukan pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Bojonegoro.