Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) meluncurkan aksi tanggap lingkungan dengan membuat dan memasang lubang resapan biopori di Dusun Meduri, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap Desa Meduri yang tergolong wilayah rawan krisis air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau.
Pemasangan biopori difokuskan pada area sekitar instalasi pompa air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan air bersih harian bagi beberapa rumah warga.
Ketua tim KKN-TK Kelompok 20 Unigoro menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di sekitar pompa air bertujuan agar limpasan air tidak mengalir sia-sia.
Dengan adanya lubang biopori, air hujan maupun sisa aktivitas penggunaan pompa dapat langsung teresap dan tersimpan optimal di dalam tanah.
“Desa Meduri kerap mengalami kesulitan air saat kemarau. Lewat tindakan sederhana ini, kami ingin membantu meningkatkan daya resap tanah di titik-titik ketersediaan air utama warga,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali pada sore hari dengan koordinasi teknis dan penentuan titik lubang bersama Kepala Dusun Meduri, Ali Mustofa.
Usai penetapan lokasi, para mahasiswa membagi peran dalam menyiapkan peralatan, menggali tanah, hingga memastikan struktur pipa biopori tertanam dengan rapi dan aman.
Penggerjaan dilakukan secara cermat agar tidak merusak infrastruktur pompa air yang dimanfaatkan warga.
Kepala Dusun Meduri, Ali Mustofa, menyambut positif inisiatif mahasiswa Unigoro yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan lingkungan setempat.
“Menurut saya pemasangan biopori ini bagus, apalagi ditempatkan di sekitar pompa air yang memang digunakan warga. Semoga nanti bisa membantu air lebih mudah meresap ke tanah dan kondisi sumber air di sini tetap terjaga,” kata Ali.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi aktif mahasiswa dalam mendampingi masyarakat pedesaan.
“Terima kasih untuk teman-teman KKN yang sudah mau ikut membantu dan memperhatikan lingkungan di sini. Semoga apa yang dilakukan bisa bermanfaat untuk warga dan bisa dijaga bersama-sama,” lanjutnya.
Melalui penataan biopori ini, KKN-TK Kelompok 20 Unigoro berharap masyarakat setempat dapat melanjutkan perawatan lubang resapan secara berkala.
Selain itu, aksi ini diharapkan memicu kesadaran swadaya warga untuk mereplikasi pembuatan biopori di area pemukiman lainnya guna memperkuat ketahanan air di Desa Meduri secara berkelanjutan.








