Pariwisata&KulinerPendidikan

SMP Plus Izzatul Ummah Gelar Perkemahan Perdana di Growgoland Bojonegoro

×

SMP Plus Izzatul Ummah Gelar Perkemahan Perdana di Growgoland Bojonegoro

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Gugusdepan Bojonegoro 02.173 SMP Plus Izzatul Ummah sukses menggelar Perkemahan Penerimaan Tamu Penggalang dan Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit di Bumi Perkemahan Growgoland pada 8–9 September 2026.

Agenda dua hari ini menjadi catatan sejarah baru karena merupakan kegiatan perkemahan pertama yang diselenggarakan oleh gugusdepan tersebut.

Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik yang mandiri, disiplin, berani, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Seluruh rangkaian acara juga diselaraskan dengan nilai-nilai pesantren, seperti pelaksanaan salat wajib secara berjamaah.

Penasihat Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Dr. Drs. Basuki, M.Pd., M.Pd.I., menyampaikan bahwa perkemahan ini menjadi tonggak penting dalam penanaman nilai-nilai karakter siswa.

“Melalui perkemahan ini, kami berharap seluruh peserta mampu mengambil nilai-nilai penting seperti kemandirian, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap alam,” ujar Kak Basuki saat memimpin upacara pembukaan.

Hari pertama diisi dengan pendirian tenda, orientasi Pramuka Penggalang bagi siswa kelas VII, serta Ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Rakit untuk siswa kelas VIII.

Pada malam harinya, suasana semakin meriah dengan pentas seni, penyalaan api unggun, dan kegiatan jurit malam untuk melatih mental serta ketenangan peserta.

Ketua Mabigus, Ardian Eka Putra, M.Pd., menegaskan makna penting di balik tradisi api unggun. Menurutnya, kobaran api tersebut merupakan simbol pengikat tali persaudaraan dan semangat untuk menjadi penerang bagi lingkungan sekitar.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti olahraga pagi dan penjelajahan untuk menguji ketahanan fisik serta kerja sama tim, sebelum akhirnya ditutup dengan upacara resmi.

Ketua Gugusdepan, Ahmad Khoirun Nasikhin, S.Pd., berharap pengalaman selama berada di alam terbuka dapat terus membekal para santri setelah kembali ke pondok.

“Perkemahan boleh saja berakhir dan tenda-tenda mulai dibongkar, namun nilai kedisiplinan, kemandirian, dan persaudaraan yang telah ditempa di sini harus tetap menyala. Kembalilah ke pondok sebagai pribadi yang lebih tangguh,” tuturnya saat menutup kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *