Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – hidup sebatang kara di Dusun Gampeng Rejo RT 005 RW 004, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kini bisa tersenyum lega. Ia menerima bantuan kursi roda baru untuk menunjang aktivitas sehari-hari pada Senin (21/9/2026).
Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro bersama Lembaga Manajemen Infaq (LMI).
Bantuan ini berawal dari laporan masyarakat yang masuk melalui kanal media sosial resmi Dinsos Kabupaten Bojonegoro pada pertengahan September 2026.
Laporan tersebut menginformasikan kondisi M. Sholeh yang hidup sendiri dan membutuhkan kursi roda baru karena fasilitas serupa yang diterimanya pada 2019 lalu telah rusak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Dinsos setempat langsung menerjunkan tim untuk melakukan asesmen lapangan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menyampaikan bahwa M. Sholeh merupakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang mengalami kelumpuhan dari bagian perut ke bawah.
Dari hasil asesmen, diketahui pula bahwa M. Sholeh belum tercover bantuan sosial seperti PKH, BPNT, maupun program permakanan.
“Setelah kami melakukan asesmen, kebutuhan yang paling mendesak adalah kursi roda karena yang lama sudah rusak. Bantuan yang belum ter-cover APBD ini kemudian kita upayakan melalui kolaborasi dengan LMI agar kebutuhan mendesak masyarakat bisa segera terpenuhi,” ujar Nafiatin.
Selain menyalurkan bantuan, Dinsos juga memberikan pendampingan kepada M. Sholeh untuk mengurus Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah awal pengusulan bantuan sosial berkelanjutan.
Perwakilan LMI, H. Resma Edhi Satria, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Pemkab Bojonegoro.
Ia menegaskan komitmen LMI untuk terus mendukung pemerintah dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat, khususnya yang bersifat darurat.
Kehadiran kursi roda baru ini diharapkan dapat menunjang mobilitas M. Sholeh serta memberi semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Respon cepat ini sekaligus membuktikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan warga yang membutuhkan penanganan sosial di wilayahnya.






