Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Program Domba Kesejahteraan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus menunjukkan hasil nyata.
Program ini sukses mendorong kemandirian ekonomi warga penerima manfaat, salah satunya dirasakan oleh Sali, warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam.
Sali, yang tidak memiliki garapan sawah sebagai sumber penghasilan utama, mengaku bantuan tersebut menjadi aset produktif yang sangat berharga bagi keluarganya.
“Saya tidak punya garapan sawah. Jadi bantuan ini sangat berarti bagi saya. Kalau ada kebutuhan mendesak, bisa digunakan,” ujar Sali.
Bantuan sepasang domba yang diterimanya pada 2025 kini telah berkembang pesat berkat perawatan telaten. Dalam waktu tujuh bulan, domba tersebut melahirkan dua ekor anak jantan dan betina. Pada kelahiran berikutnya, domba kembali beranak dua ekor, meski satu di antaranya mati.
Sali juga menunjukkan pengelolaan aset yang bijak. Ia menjual satu ekor domba jantan hasil peranakan pertama, bukan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan untuk membiayai renovasi kandang agar lebih nyaman dan layak. Saat ini, Sali mengantongi empat ekor domba, dengan dua induk betina yang sedang bunting.
Kunci keberhasilan Sali terletak pada perhatian khususnya terhadap kesehatan dan kebersihan ternak. Ia bahkan memperlakukan domba-dombanya seperti bagian dari keluarga.
“Saya rawat kambing ini seperti keluarga saya sendiri. Sering saya mandikan, saya belikan sisir dan sabun untuk memandikan,” tuturnya.
Ke depan, Sali berharap usaha ternaknya terus berkembang pesat seiring dengan rencana penambahan kapasitas kandang untuk menampung ternak yang diperkirakan akan terus bertambah.
Kisah Sali menjadi bukti bahwa pendampingan dan penyaluran bantuan ternak yang tepat sasaran mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.






