PemerintahanPertanian

Bojonegoro Tembus Peringkat 1 Produksi Padi Tertinggi se-Jatim

×

Bojonegoro Tembus Peringkat 1 Produksi Padi Tertinggi se-Jatim

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Kabupaten Bojonegoro mengukir sejarah baru dalam sektor pertanian setelah resmi menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Capaian impresif ini merupakan hasil sinergi lintas sektor serta serangkaian intervensi berkelanjutan dari pemerintah daerah setempat.

Berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 November 2026 melalui Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026, Kabupaten Bojonegoro mencatat luas panen padi sebesar 159,19 ribu hektare.

Dari luas tersebut, produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan mencapai 868.808 ton, atau setara dengan estimasi produksi beras untuk konsumsi masyarakat sebesar 501,67 ribu ton.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para petani, penyuluh lapangan, hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pada 2024, produksi padi kita menempati posisi ketiga se-Jawa Timur di bawah Lamongan dan Ngawi.

Kemudian naik di 2025, dan di 2026 berdasarkan KSA BPS, produktivitas padi Bojonegoro melesat ke nomor satu se-Jawa Timur,” ujar Nurul Azizah saat memberikan pengarahan apel di Bojonegoro, Rabu (4/11/2026).

“Ini hasil kita bersama. Semuanya bersinergi. Kami berterima kasih kepada semua pihak karena seluruh OPD mendukung penuh program ketahanan pangan ini,” tambahnya.

Capaian historis ini melanjutkan tren positif produktivitas pertanian Bojonegoro dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024, produksi GKG Bojonegoro tercatat sebesar 710,53 ribu ton. Angka ini meningkat signifikan pada 2025 menjadi 886.443 ton hingga akhirnya menduduki puncak klasemen produksi di Jawa Timur pada 2026.

Data BPS yang dirilis saat ini merupakan angka sementara, sedangkan data final dijadwalkan meluncur pada Februari 2027 mendatang.

Keberhasilan Bojonegoro menduduki posisi puncak tak lepas dari intervensi masif di bidang sarana dan prasarana pertanian.

Pada 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menyalurkan total 130.177 ton pupuk bersubsidi kepada para petani.

Pengalokasian tersebut mencakup 63.213 ton UREA, 53.015 ton NPK Phonska, 13.948 ton pupuk Organik, serta 1 ton pupuk ZA.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) turut memperkuat daya dukung pengairan secara berkesinambungan sepanjang 2025 hingga 2026.

Langkah strategis dilakukan melalui pembangunan jaringan irigasi di 108 desa dan rehabilitasi irigasi di 11 desa.

Upaya tersebut berhasil memperluas panjang jaringan irigasi kondisi ‘Baik’ secara drastis dari semula 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.

Selain jaringan irigasi, penambahan embung penampung air juga terus dipacu dari 433 unit pada 2024 menjadi 442 unit pada 2025 untuk menjamin ketersediaan air saat musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *