Pemerintahan

BBPJN Tangani Jalan Bergelombang di Sraturejo Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

BBPJN Tangani Jalan Bergelombang di Sraturejo Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
80176F5C B2D4 4BC0 AF48 F07F271065E8

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Upaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus dikebut. Saat ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali tengah melakukan penanganan intensif di ruas jalan nasional Bojonegoro-Babat, tepatnya di Kecamatan Baureno, guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Perbaikan difokuskan pada dua titik krusial, yakni KM 83 Desa Sraturejo dan KM 86 Desa Ngemplak. Untuk memastikan hasil yang maksimal, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 mengandalkan teknologi Cold Milling Machine (CMM) untuk mengelupas lapisan aspal lama yang tidak rata sebelum dilakukan pelapisan ulang.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa penanganan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi kepentingan masyarakat. Meski statusnya adalah jalan nasional di bawah kewenangan pusat, Pemkab Bojonegoro tetap memberikan perhatian khusus.

“Kondisi jalan rata-rata mengalami gelombang. Walaupun ini kewenangan pusat, secara historis jalan ini pernah dibangun melalui dana APBD, maka pemeliharaannya menjadi tanggung jawab moral dan koordinasi bersama,” ujar Wabup Nurul.

Berdasarkan evaluasi teknis dari PPK 4.6 BBPJN Jatim-Bali, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan kerusakan di wilayah tersebut:

1. Karakteristik Tanah: Kondisi tanah di Bojonegoro yang bersifat ekspansif (mudah menyusut dan mengembang).

2. Faktor Alam: Cuaca ekstrem yang mempercepat degradasi kualitas aspal.

3. Beban Kendaraan: Tingginya volume kendaraan berat atau Over Dimension Over Load (ODOL) yang melampaui kapasitas jalan.

Selain perbaikan struktural di Baureno, BBPJN juga berkomitmen melakukan pemeliharaan rutin berupa patching (penambalan) lubang di sepanjang ruas Babat-Bojonegoro-Padangan hingga batas Ngawi. Proses penambalan ini menggunakan campuran aspal panas (hotmix) untuk memastikan ketahanan jalan.

“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses pengerjaan berlangsung. Pengendara diminta untuk mengatur kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.

Langkah percepatan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memastikan distribusi logistik di jalur utama Jawa Timur tetap berjalan optimal.