Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memantapkan langkah strategis untuk mengantarkan Geopark Bojonegoro meraih pengakuan internasional sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Komitmen ini dipertegas dalam acara Sarasehan Persiapan Geopark Bojonegoro yang digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Senin (19/01/2026).
Sarasehan tersebut menghadirkan tokoh kunci dunia geologi, yakni Vice President of UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komoo, serta pakar pendidikan Prof. Norzaini Azman. Kehadiran keduanya di Bojonegoro bertujuan memberikan arahan teknis, evaluasi, serta penguatan dari sisi edukasi publik dan tata kelola berstandar internasional.
General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, mengungkapkan bahwa proses menuju UGGp adalah perjalanan panjang yang telah dirintis sejak sembilan tahun lalu.
“Ini adalah perjuangan kita bersama sejak 2017. Kami berharap di tahun 2026 ini, kerja keras tersebut berbuah manis dengan resminya Geopark Bojonegoro masuk dalam jaringan dunia UNESCO,” ujar Kusnandaka.
Saat ini, Geopark Bojonegoro telah memiliki 21 geosite yang tersebar di 7 kecamatan. Keunggulan kawasan ini terletak pada sinergi aspek geologi, geokultur, dan geobiologi. Selain telah mengantongi status Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) dari Kementerian ESDM, Geopark Bojonegoro juga merupakan bagian aktif dari Jaringan Geopark Nasional Indonesia.
Dalam paparannya, Prof. Norzaini Azman menekankan bahwa pengakuan UNESCO tidak hanya soal keindahan alam, tetapi sejauh mana masyarakat terlibat. Geopark harus menjadi ruang pembelajaran yang inklusif bagi generasi mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menjelaskan bahwa pengembangan geopark telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Memperjuangkan hasil yang tidak instan memang menantang. Namun, dengan semangat voluntarisme dan kolaborasi lintas sektor—mulai dari akademisi hingga pelaku UMKM—kami optimis bisa melewati tahapan penilaian akhir dengan baik,” tegas Achmad.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meyakini bahwa status UGGp nantinya akan membawa dampak domino positif bagi perekonomian lokal, khususnya sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
“Jika target ini tercapai, maka itu bukan hanya prestasi pemerintah semata, melainkan buah dari kontribusi seluruh elemen masyarakat Bojonegoro,” tutup Achmad Gunawan.








