Pemerintahan

Bupati Bojonegoro Serap Aspirasi Warga di Dialog Sapa Bupati

liputanbojonegoro637
×

Bupati Bojonegoro Serap Aspirasi Warga di Dialog Sapa Bupati

Sebarkan artikel ini
827651F3 1968 4638 AF7E 0C67F5534347

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar kegiatan SAPA BUPATI di Pendopo Malowopati, Senin (19/1/2026). Forum dialog terbuka ini dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, sebagai ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung, mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga masalah kesejahteraan sosial.

Salah satu poin utama yang mencuat adalah kondisi infrastruktur di wilayah pedesaan. Fauzan, warga Desa Klepek, melaporkan adanya jalan desa sepanjang 50 meter yang tergerus aliran anak Sungai Pacal. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sekaligus meningkatkan kualitas Jalan Usaha Tani (JUT) demi menekan ongkos angkut hasil panen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Wahono langsung menginstruksikan Kepala Desa Klepek untuk berkoordinasi dengan Camat setempat guna penanganan teknis. “Kita selesaikan pelan-pelan dan bertahap sesuai kemampuan anggaran, termasuk juga perbaikan Jalan Usaha Tani,” tegas Bupati.

Selain masalah jalan, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi keluhan warga, khususnya akses menuju Desa Wadang dan wilayah Kecamatan Kalitidu. Terkait hal ini, Bupati memberikan solusi taktis bagi para pemerintah desa.

“Untuk masalah PJU, Pak Kades bisa segera mengajukan proposal kepada kami. Nanti akan kami telaah dan pasti ditindaklanjuti,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi masukan warga terkait pentingnya transparansi di era digital. Beliau menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro tengah fokus membangun sistem data digital “satu atap” untuk mempermudah akses informasi dan penyaluran aspirasi masyarakat melalui website maupun media sosial.

Dalam sesi tersebut, Bupati juga merespons cepat laporan mengenai Rumah Tak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Susana di Desa Talok. Jajaran Camat diminta segera melakukan pengecekan lapangan agar program bantuan bedah rumah bisa tepat sasaran.

Komitmen serupa ditunjukkan kepada kelompok disabilitas netra. Pemkab Bojonegoro berjanji akan mendukung keberadaan galeri disabilitas, membantu promosi produk lokal karya penyandang disabilitas, serta memberikan bantuan alat pendukung kemandirian.

Menutup kegiatan, Bupati menjelaskan perihal pemasangan stiker keluarga miskin yang sempat ditanyakan warga. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari validasi data lapangan yang akurat.

“Tujuan akhirnya adalah membangun keluarga yang mandiri. Harapan kami, Bojonegoro menjadi kabupaten yang maju, bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkas Setyo Wahono.