PemerintahanPeristiwa

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Serap Aspirasi Lewat Program ‘Medhayoh’ di Balen

liputanbojonegoro637
×

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Serap Aspirasi Lewat Program ‘Medhayoh’ di Balen

Sebarkan artikel ini
8504267B B60E 4935 A1E9 62612C8A18B4

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengukuhkan komitmen pembangunan partisipatif melalui program Medhayoh. Dalam rangkaian kegiatan terbaru, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah turun langsung menemui warga di Kecamatan Balen untuk mendiskusikan penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga potensi wisata desa, Rabu (28/01/2026).

Kunjungan diawali di Desa Subontoro, sebuah wilayah yang menjadi tulang punggung pangan daerah. Dengan luas lahan irigasi mencapai 180 hektare, desa ini mampu memproduksi sekitar 2.500 ton padi per tahun.

Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi tinggi atas capaian produktivitas yang melebihi 7 ton per hektare tersebut.

“Pendampingan dan penerapan praktik pertanian yang tepat adalah kunci. Kita ingin hasil panen meningkat, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas tanah,” tegas Bupati di hadapan kelompok tani setempat.

Bergeser ke Desa Sido Bandung, fokus dialog beralih pada pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah Desa Sido Bandung berharap pemkab memberikan pendampingan khusus bagi potensi wisata berbasis persawahan yang mulai dirintis warga.

Menanggapi hal itu, Bupati menekankan bahwa program Medhayoh bertujuan mencari solusi riil. Selain wisata, isu kesejahteraan sosial juga menjadi sorotan. Kepala Dinas Sosial, Agus Susetyo Hardiyanto, memastikan bahwa data kemiskinan akan terus dimutakhirkan secara dinamis agar bantuan sosial tepat sasaran dan berkeadilan.

Sektor infrastruktur penunjang tani turut mendapat kepastian. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Chusaifi Ivan Rahmanto, mengungkapkan bahwa akses jalan di Kecamatan Balen kini dalam kondisi mantap.

“Progres Bantuan Keuangan Desa (BKD) saat ini sudah mencapai 83 persen dan kami targetkan tuntas seluruhnya pada Maret 2026,” jelas Ivan. Hal ini mencakup pembangunan jalan cor, irigasi, embung, hingga jalan usaha tani guna memperlancar distribusi hasil bumi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan proyek jalan cor di Desa Mulyoagung untuk memastikan kualitas pekerjaan fisik yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).

Program Medhayoh ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengedepankan perencanaan yang inklusif. Dengan mendengar langsung keluhan dan potensi di lapangan, kebijakan yang diambil diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro. (Prokopim)