PemerintahanPertanianTNI/POLRI

Bupati Setyo Wahono , Polri dan Santri Tanam Jagung Massal

liputanbojonegoro637
×

Bupati Setyo Wahono , Polri dan Santri Tanam Jagung Massal

Sebarkan artikel ini
Cde6edfb 9b88 4c91 9717 ef43dfa41d32

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Ratusan santri di Bojonegoro turut serta dalam gerakan penanaman jagung serentak yang digagas oleh Polri pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional berbasis pesantren yang berkolaborasi dengan pondok pesantren dan kelompok tani.

Di Kabupaten Bojonegoro, kegiatan ini dipusatkan di tiga lokasi, yaitu Pondok Pesantren Al-Rosyid, Abu Dzarrin, dan Al-Aziz di Kecamatan Dander. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hadir secara langsung bersama jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Setya Permadi, untuk memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengapresiasi sinergi antara Polri, pesantren, dan masyarakat dalam upaya mencapai swasembada pangan. Ia menekankan bahwa pesantren kini tak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. “Pemerintah Kabupaten Bojonegoro siap mendukung penuh kolaborasi ini demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan penanaman jagung ini berlangsung serentak di 264 pondok pesantren se-Jawa Timur. Acara ini terhubung secara daring dengan pusat kegiatan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang dihadiri oleh Irwasum Polri Komjen Dedy Prasetyo. Secara simbolis, Bupati Setyo Wahono bersama jajaran Forkopimda menyerahkan bantuan berupa bibit jagung dan pupuk kepada para pengelola pesantren.

Komjen Dedy Prasetyo dalam arahannya menegaskan komitmen Polri untuk menyukseskan program ini. “Kami memastikan seluruh hasil panen akan diserap dengan harga yang adil dan layak,” tegasnya.

Secara nasional, program ini menargetkan penanaman jagung seluas satu juta hektar pada kuartal III 2025. Hingga saat ini, realisasinya sudah mencapai 440.000 hektar. Khusus di Jawa Timur, lahan produktif yang ditanami jagung mencapai 509,37 hektar dan melibatkan lebih dari 82.000 santri. Dari program ini, diharapkan dapat dihasilkan sekitar 4 juta ton jagung.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kedaulatan pangan, tetapi juga memberdayakan pesantren sebagai kekuatan ekonomi baru yang berbasis spiritualitas dan sosial kemasyarakatan. (Prokopim)