Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menghadiri closing ceremony sekaligus menyaksikan simulasi lapangan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dipusatkan di GOR Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh perwakilan dari lima desa strategis, yakni Desa Ngasem, Bandungrejo, Pelem, Kaliombo, dan Dolokgede. Desa-desa tersebut merupakan wilayah yang bersinggungan langsung dengan kawasan industri migas Jambaran–Tiung Biru (JTB).
Pelatihan Destana ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan. Program ini juga didukung penuh oleh Pertamina/CCP serta ADMOS sebagai mitra pelaksana.
Fokus utama pelatihan adalah membekali masyarakat dengan kemampuan mitigasi ganda, mengingat wilayah tersebut tidak hanya memiliki potensi bencana alam, tetapi juga risiko teknis terkait kegagalan teknologi di lingkungan industri migas.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa kompetensi yang didapat selama pelatihan harus dipraktikkan secara berkelanjutan. Ia berharap para relawan tidak terjebak dalam rutinitas seremonial.
“Panjenengan semua tidak bisa bekerja sendiri. Panjenengan harus menjadi motor, instruktur, dan penggerak di desa. Ilmu yang diperoleh harus ditularkan kepada masyarakat luas agar mereka paham risiko dan tahu langkah tepat saat kondisi darurat,” tegas Bupati Setyo Wahono.
Sebagai penutup rangkaian pelatihan, para peserta melakukan simulasi penanganan darurat. Agenda ini bertujuan untuk menguji prosedur tetap (SOP), kecepatan respons, serta koordinasi antar unit. Melalui simulasi ini, peserta diharapkan mampu mengasah kedisiplinan dan ketepatan bertindak dalam situasi kritis yang sebenarnya.
Di sela acara, Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Perwakilan lima desa peserta Destana atas komitmen mereka membangun ketahanan wilayah, dan Komunitas Sopir Ambulans Bojonegoro atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan kedaruratan di lapangan.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati berharap semangat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat terus terjaga demi menciptakan Bojonegoro yang lebih tangguh terhadap bencana. (Prokopim)






