Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES MABORO) menggandeng Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bojonegoro menggelar Kuliah Umum Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium STIKES MABORO ini mengusung tema “Pencegahan Narkoba, Menolak Narkoba, Membangun Karakter Kuat dan Mental Tangguh”.
Acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan kampus yang bersih dari narkoba.
Sejumlah tokoh penting hadir sebagai narasumber, di antaranya Kepala Bidang Advokasi LAN Bojonegoro Moch. Tohirin, S.HI., M.H., CLMC., Ketua LAN Bojonegoro Kusprianto, S.T., Kanit Samapta Polres Bojonegoro IPTU Didik U., serta Rektor STIKES MABORO Drs. H. Ns. Sudalhar, M.Kep.
Dalam pemaparannya, Kabid Advokasi LAN Bojonegoro, Moch. Tohirin, menekankan bahwa mahasiswa kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika.
“Mahasiswa kesehatan adalah garda terdepan. Kalian harus memahami bahaya narkoba secara komprehensif. Melalui empat pilar P4GN, yaitu pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemutusan rantai peredaran narkoba, kita bersama-sama menjaga generasi muda,” ujar Tohirin.
Ia mengingatkan bahwa mayoritas mahasiswa baru berada di usia rentan (18–19 tahun) yang memerlukan pengawasan dan pendampingan ketat agar tidak terjerumus. Tohirin juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang aktif dalam sesi diskusi interaktif dan dialog langsung.
Kondisi peredaran narkotika di wilayah Bojonegoro saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Ketua LAN Kabupaten Bojonegoro, Kusprianto, S.T., mengungkapkan bahwa Bojonegoro kini telah berstatus Zona Kuning.
” saat ini sudah masuk kategori zona kuning, yang berarti kondisi penyebaran narkoba berada pada tingkat kewaspadaan dan cukup mengkhawatirkan.
Bahkan indikasi penyalahgunaan sudah menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa,” ungkap Kusprianto.
Menyikapi hal tersebut, LAN Bojonegoro terus memperluas sosialisasi pencegahan dan mendukung penuh rencana pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bojonegoro.
Sebagai langkah tambahan, LAN juga mengampanyekan gerakan hidup sehat lewat pemasangan stiker kawasan bebas rokok dan vape, sembari menyerukan slogan, “Aku Wong Bojonegoro, Ora Nganggo Narkoba!”
Merespons kondisi tersebut, Rektor STIKES MABORO, Drs. H. Ns. Sudalhar, M.Kep., menyatakan dukungan penuh terhadap program P4GN dan kesiapan institusinya untuk ikut memperkuat program Pos Pelayanan BNN Bojonegoro.
Kegiatan ini juga digelar sebagai bagian dari menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.
“Kami berkomitmen menjadikan STIKES MABORO sebagai Kampus Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Lulusan kami harus menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegas Sudalhar.
Acara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber, menandai sinergi yang kuat antara dunia akademisi, aparat penegak hukum, dan lembaga masyarakat dalam memerangi narkoba.








