PemerintahanPeristiwa

Gejot Pembangunan Infrastruktur Melalui BKKD di Desa Mojoranu

liputanbojonegoro637
×

Gejot Pembangunan Infrastruktur Melalui BKKD di Desa Mojoranu

Sebarkan artikel ini
58DBF6DB A58C 44EC B813 F7E1A3ED304D

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus melakukan pembangunan infrastruktur desa melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025. Salah satu contohnya adalah pembangunan jalan rigid beton di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander.

Jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 3,5 meter sedang dalam proses pengerjaan proyek. Saat ini, sekitar 600 meter di Dusun Randu Kentong RT 13/RW 04 telah selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Wati, pemilik warung kopi dan nasi pecel, merasakan langsung manfaatnya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemdes Mojoranu dan Pemkab Bojonegoro,” ujarnya.

Kepala Desa Mojoranu, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa BKKD dari Pemkab Bojonegoro memberikan dampak besar bagi warganya. Selain mempermudah mobilitas, pelaksanaan pembangunan secara swakelola ini membuka lapangan pekerjaan bagi warga.

“BKKD ini hadir tepat sasaran. Selain membangun akses, juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Camat Dander Teguh Wibowo menambahkan bahwa pada tahun 2025 seluruh desa di Kecamatan Dander, yakni 16 desa memperoleh dana BKKD. “Terdapat tiga desa yang menerima BKKD dari APBD Induk, yaitu Desa Sendangrejo, Sumodikaran, dan Ngraseh. Ketiga desa tersebut mendapatkan pembangunan jembatan, balai desa, dan jalan aspal,” terangnya.

Program BKKD ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur. Dengan adanya pembangunan jalan, maka mempermudah konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.