TNI/POLRI

Halal Bihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ajak Ulama Jaga Kamtibmas

liputanbojonegoro637
×

Halal Bihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ajak Ulama Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
7E1EFAE4 D9B5 486E 9D09 B01DCA42768B

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (14/4/2026).

Bertempat di Aula Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), acara ini menjadi momentum penguatan silaturahmi antara kepolisian, ulama, dan tokoh lintas agama.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda, Kepala Kemenag Amanulloh, Asisten Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur Prasetijo, serta Ketua FKUB Hanafi.

Dalam sambutannya, AKBP Afrian menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh elemen masyarakat di momentum bulan Syawal ini.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Bojonegoro tidak lepas dari peran serta para ulama dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan.

“Kegiatan ini adalah momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar AKBP Afrian.

Lebih lanjut, ia juga menunjukkan sikap terbuka dengan membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin memberikan saran maupun kritik terhadap kinerja kepolisian.

Ia berharap setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dapat dikomunikasikan secara baik untuk mencari solusi bersama.

Selain isu keamanan fisik, Kapolres memberikan perhatian khusus pada kerawanan di dunia maya.

Ia menghimbau para orang tua untuk lebih ketat dalam mengedukasi dan mengawasi anak-anak terkait penggunaan media sosial serta perangkat digital.

“Menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Peran orang tua sangat krusial dalam membatasi penggunaan smartphone di kalangan anak agar mereka terhindar dari dampak negatif teknologi,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar kolaborasi yang harmonis antara umara (pemerintah/aparat) dan ulama terus terjaga demi mewujudkan lingkungan Kabupaten Bojonegoro yang aman, damai, dan kondusif.