Pemerintahan

Jalan Desa Selorejo Bojonegoro Kini Mulus Lewat Program BKKD

liputanbojonegoro637
×

Jalan Desa Selorejo Bojonegoro Kini Mulus Lewat Program BKKD

Sebarkan artikel ini
EEA24E5D D90D 402D 99A8 B20A9F70091B

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, kini bersalin rupa. Jalan desa yang dulunya hanya berupa pematang sawah sempit di Desa Selorejo, kini bertransformasi menjadi jalur rigid beton yang kokoh dan estetis di awal tahun 2026.

Masyarakat setempat secara khusus menjuluki jalur sepanjang 1.216 meter ini dengan sebutan “Zamrud Seloistiwa” (Selorejo Istimewa). Julukan tersebut merujuk pada keindahan jalur beton yang membelah hijau persawahan, sekaligus menjadi aset berharga bagi mobilitas warga.

Pembangunan jalan dengan lebar 4 meter ini didanai melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025. Hingga akhir Januari 2026, progres fisik proyek dilaporkan telah mencapai 70 persen.

Keberadaan jalan ini memiliki peran vital karena menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Selorejo di Kecamatan Baureno dengan Desa Karangan dan Desa Sugihwaras di Kecamatan Kepohbaru.

“Zamrud Seloistiwa bukan sekadar jalan, tapi simbol kemajuan. Mobilitas petani, pedagang, hingga pelajar kini jauh lebih cepat dan nyaman,” ujar Kepala Desa Selorejo, Iris Setiawan Hadi, saat meninjau lokasi pada Sabtu (24/1/2026).

Selain memangkas waktu tempuh, desain jalan yang melintasi hamparan sawah hijau diprediksi akan menjadi daya tarik sosial baru. Pemerintah desa berencana memanfaatkan jalur ini sebagai ruang publik bagi masyarakat.

“Kedepannya, kami memprediksi lokasi ini akan menjadi ikon baru untuk kegiatan warga, seperti fun run, street gym, hingga car free day,” tambah Iris.

Demi menjaga keberlangsungan infrastruktur tersebut, Pemerintah Desa Selorejo menegaskan lima komitmen utama dalam pengelolaan proyek:

1. Dukungan Penuh: Mendukung program BKKD untuk meningkatkan produktivitas petani.

2. Kepatuhan Teknis: Pembangunan dilakukan sesuai regulasi dan spesifikasi Pemerintah Kabupaten.

3. Transparansi: Menjamin pengelolaan anggaran dilakukan secara akuntabel dan terbuka bagi pengawasan warga.

4. Partisipasi Publik: Membuka ruang bagi petani dan pemilik lahan untuk terlibat aktif menjaga kelancaran proyek.

5. Pemeliharaan Jangka Panjang: Berkomitmen melakukan perawatan rutin agar jalan dapat dinikmati dalam waktu lama.

Transformasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam melakukan pemerataan pembangunan. Dengan infrastruktur yang berkualitas, tantangan medan persawahan kini telah berubah menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan bagi 2.950 jiwa penduduk Desa Selorejo.