Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber mata air, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026 menggelar survei langsung di kawasan Sendang Putri Meduri, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (15/7/2026).
Survei lapangan ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum dilaksanakannya program penanaman bibit pohon di sekitar sendang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memetakan kondisi vegetasi secara langsung, menentukan titik-titik penanaman yang strategis, serta menyelaraskan jenis bibit pohon dengan karakteristik tanah di lokasi tersebut.
Langkah preventif ini juga ditujukan sebagai bagian dari program penanggulangan bencana alam di Desa Meduri.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan kolaboratif ini dihadiri oleh seluruh anggota Kelompok 20 KKN-TK Unigoro, Juru Kunci Sendang Putri Meduri (Mbah Sadiman dan Mbah Samidi), perangkat desa yang diwakili oleh Bapak Sugeng, serta perwakilan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak juru kunci mengenai rencana teknis penghijauan. Setelah itu, rombongan melakukan peninjauan menyeluruh ke area sumber air untuk mengidentifikasi titik potensial dan mendiskusikan jenis pohon yang paling memberikan manfaat ekologis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai wujud komitmen awal dalam menjaga kelestarian sendang.
Juru Kunci Sendang Putri Meduri, Mbah Sadiman, mengungkapkan betapa krusialnya keberadaan sumber mata air ini bagi kelangsungan hidup warga.
“Sendang Putri Meduri di Desa Meduri hingga saat ini masih bertahan mengalirkan air yang dimana kondisi ini menjadi sumber harapan bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujar Mbah Sadiman di sela-sela kegiatan survei.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 Unigoro berharap agenda penanaman bibit pohon yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif jangka panjang.
Selain mengembalikan keasrian kawasan sendang, kegiatan ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat aset lingkungan desa.
Sinergi yang kuat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga demi kelestarian alam yang berkelanjutan di Desa Meduri.







