Pemerintahan

Kominfo Bojonegoro Gelar Webinar Literasi Data Statistik 2026

liputanbojonegoro637
×

Kominfo Bojonegoro Gelar Webinar Literasi Data Statistik 2026

Sebarkan artikel ini
587A5684 CBC7 4BFE A847 18EA67E3AC15

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro menggelar webinar Literasi Data Statistik pada Kamis (23/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mendorong penggunaan data sebagai acuan tunggal dalam melahirkan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran dan berbasis kemasyarakatan.

Plt Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Setiyo Budi Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Tujuannya adalah mengintegrasikan siklus pembangunan dengan siklus data pemerintah melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPPS).

Bojonegoro sendiri menunjukkan progres yang signifikan dalam tata kelola data. Sejak mengikuti EPPS pada masa uji coba tahun 2022, kualitas data di kabupaten ini terus menanjak.

“Indeks Pembangunan Statistik kita menunjukkan tren kenaikan yang positif. Dari 2.49 poin di tahun 2023, naik menjadi 2.58 poin pada tahun 2024,” papar Setiyo dalam sambutannya.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (Pusdi PDPM) ITS Surabaya, Dr. Sutikno.

Ia menekankan bahwa statistik sektoral bukan sekadar angka, melainkan instrumen vital bagi instansi pemerintah untuk menjalankan tugas pembangunan.

“Statistik sektoral berfungsi sebagai tulang punggung perencanaan pembangunan di daerah. Tanpa data yang valid, kebijakan akan sulit menyentuh akar persoalan,” tegas Dr. Sutikno.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, memaparkan pentingnya data dalam sektor ekonomi.

Menurutnya, data ketenagakerjaan yang akurat adalah fondasi untuk menyusun strategi peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri.

Mahmudi menekankan bahwa partisipasi aktif dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat sangat diperlukan dalam penyediaan data.

Sinergi ini dianggap kunci untuk mendukung pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berbasis bukti (evidence-based policy).

“Data yang kuat melahirkan kebijakan yang tepat. Hal inilah yang akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Bojonegoro,” tandas Mahmudi.

Melalui webinar ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat meningkatkan kolaborasi lintas sektor serta memperkuat sosialisasi literasi data kepada publik demi terciptanya ekosistem data yang berkelanjutan.