Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Estafet kepemimpinan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bojonegoro resmi berganti. Melalui rapat kerja pengurus yang digelar pada Sabtu (11/04/2026), di Omah Tepi Sawah Jl. Sukowati, Ngampel, Bojonegoro.
Sasmito Anggoro, S.H. menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Kustaji, S.E., M.M. sebagai Ketua SMSI Bojonegoro terpilih untuk masa bakti 2026-2029.
Ketua lama SMSI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menjelaskan bahwa keputusannya untuk mundur didasari oleh semangat integritas organisasi.
Saat ini, Sasmito juga mengemban amanah sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro. Ia memilih untuk tidak mempertahankan “ego kepemimpinan ganda” agar fokus pengembangan organisasi media di Bojonegoro berjalan lebih optimal.
“Meskipun secara aturan diperbolehkan menjabat keduanya, saya tidak ingin egois. PWI sebagai organisasi wartawan dan SMSI sebagai organisasi perusahaan media harus saling mendukung untuk membangun ekosistem media yang kredibel,” ujar Sasmito dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya SMSI sebagai wadah perlindungan hukum bagi pemilik media siber. Menurutnya, SMSI siap melakukan pendampingan 100% terhadap sengketa pemberitaan yang menimpa anggotanya, selama kasus tersebut bukan merupakan tindak pidana kriminal murni.
Ketua terpilih, Kustaji, S.E., M.M., menyambut amanah tersebut dengan rencana strategis yang lebih terukur. Ia berkomitmen menghidupkan fungsi setiap divisi agar roda organisasi tidak hanya bertumpu pada pengurus inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara).
“Saya ingin kita lebih profesional. Setiap divisi harus memiliki rencana kerja yang jelas selama tiga tahun ke depan, sehingga setiap tahun bisa kita evaluasi kinerjanya,” tegas Kustaji.
Salah satu poin krusial dalam transisi ini adalah peningkatan kapasitas SDM melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kustaji mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan mitra strategis untuk dukungan anggaran fasilitasi UKW bagi para anggota.
Senada dengan Kustaji, Wakil Ketua SMSI Bojonegoro, Bambang, menekankan pentingnya legalitas perusahaan media.
Ia mengimbau para pemilik media lokal untuk segera melengkapi berkas administrasi agar mempermudah kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta.
“Melalui SMSI, kita akan bantu arahkan proses pendataan media agar tersertifikasi di Dewan Pers,” pungkas Bambang.
Rapat kerja tersebut diakhiri dengan agenda pendataan ulang media anggota dan pembagian tugas bagi kader muda serta direktur media baru.
Dengan nakhoda baru, SMSI Bojonegoro optimistis mampu menghadapi tantangan media digital dan memerangi hoaks melalui jurnalisme yang sehat serta berbadan hukum.






