Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Kenalkan Inovasi Drum Komposter di TPA Banjarsari

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Kenalkan Inovasi Drum Komposter di TPA Banjarsari

Sebarkan artikel ini
85414DA0 2C77 4D5F A9DF C7BE760F2E75

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari di Kecamatan Trucuk, terus berupaya mencari solusi konkret dalam menangani permasalahan sampah.

Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan adalah pembuatan Drum Komposter, sebuah alat sederhana namun efektif untuk mengolah sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Inovasi ini lahir sebagai respons atas meningkatnya volume sampah di Bojonegoro. Berdasarkan data dari laman Satu Data Bojonegoro, jumlah sampah yang dikelola pada tahun 2025 mencapai 47.380,36 ton, naik signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 45.997,80 ton.

Pengelola TPA Banjarsari, Yono, menjelaskan bahwa Drum Komposter dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah. Dengan alat ini, sampah dapur atau sisa makanan yang biasanya menimbulkan bau tak sedap dapat diubah menjadi produk bernilai guna.

“Nilai manfaatnya sangat terasa. Sampah organik tidak lagi menumpuk dan berbau, melainkan berubah menjadi kompos padat dan Pupuk Organik Cair (POC). Untuk memanen pupuk cairnya, warga tinggal membuka keran yang ada di bagian bawah drum,” ujar Yono.

Desain alat ini pun sangat ramah lingkungan dan mudah ditiru. Menggunakan drum plastik bekas yang dimodifikasi dengan sistem aerasi (lubang udara), alat ini sangat cocok bagi warga perkotaan atau permukiman padat yang memiliki keterbatasan lahan.

Selain menghasilkan pupuk untuk tanaman hias dan sayuran di pekarangan, penggunaan Drum Komposter juga berkontribusi pada penurunan emisi gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah di TPA.

Saat ini, TPA Banjarsari tengah gencar melakukan sosialisasi dan pendampingan, terutama menyasar lingkungan sekolah untuk kegiatan praktikum. Tak hanya itu, para pengunjung TPA Banjarsari juga diperbolehkan belajar langsung cara merakit alat ini.

“Harapannya, ini bisa menjadi gerakan masif. Jika setiap RT mulai konsisten menggunakan metode ini, beban sampah yang masuk ke TPA Banjarsari diprediksi akan menurun secara signifikan,” tambah Yono.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung pencapaian target pengurangan sampah nasional sekaligus mewujudkan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.