Pemerintahan

Lantik 3 Kades PAW, Bupati Setyo Wahono: Jabatan Ini Amanah, Bukan Alat Kekuasaan

liputanbojonegoro637
×

Lantik 3 Kades PAW, Bupati Setyo Wahono: Jabatan Ini Amanah, Bukan Alat Kekuasaan

Sebarkan artikel ini
CE51B8EB DFF8 4A14 9B80 A8AFCBD8D3F7

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Kepala Desa (Kades) hasil Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun 2026. Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Rabu (29/04/2026).

Adapun tiga kepala desa yang resmi mengemban tugas baru tersebut adalah Tohir sebagai Kepala Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Eki Sarifudin Rohmanto sebagai Kepala Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, dan Sumi sebagai Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Padangan.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono memberikan pesan mendalam kepada para pemimpin desa yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan kepala desa harus dipandang sebagai tanggung jawab besar untuk melayani, bukan sebagai simbol kekuatan.

“Saya ucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu Kepala Desa terpilih. Perlu diingat, jabatan ini bukan soal kekuasaan, melainkan soal amanah dan tanggung jawab. Ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat,” tegas Bupati Wahono.

Menyadari dinamika politik desa yang seringkali memanas, Bupati meminta para Kades untuk segera melakukan rekonsiliasi.

Ia menekankan pentingnya merangkul kembali seluruh elemen desa, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pilihan politik.

“Tugas pertama adalah membangun harmoni. Bapak dan Ibu tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan sinergi dengan BPD. Lapangkan dada, rangkul semuanya demi kemajuan desa,” imbuhnya.

Mengingat masa jabatan Kades PAW ini hanya meneruskan periode yang sedang berjalan (sekitar 2 tahun), Bupati menginstruksikan agar para pejabat baru segera melakukan akselerasi dalam penyusunan dan pengelolaan APBDes.

Bupati juga memberikan peringatan keras terkait pengelolaan Dana Desa (DD) agar dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bijak.

“Gunakan Dana Desa dengan bijak. Hindari penyalahgunaan wewenang. Di masa transisi ini, kita butuh gotong royong dan inovasi untuk menggali potensi desa agar Pendapatan Asli Desa (PADesa) bisa meningkat,” jelas Bupati di hadapan para undangan.

Menutup arahannya, Bupati Setyo Wahono mengajak para Kades untuk menyukseskan program pembangunan yang terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Bojonegoro sangat bergantung pada soliditas pemerintah di tingkat akar rumput.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jajaran Asisten Setda dan Staf Ahli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan Tokoh masyarakat dari masing-masing kecamatan.