Peristiwa

Mahasiswa KKN-TK Unigoro Kelompok 20 Gelar Program “Nglaras” Seni Gembrung di Desa Meduri

liputanbojonegoro637
×

Mahasiswa KKN-TK Unigoro Kelompok 20 Gelar Program “Nglaras” Seni Gembrung di Desa Meduri

Sebarkan artikel ini
827C4B6E 2FA8 484C AA3B 9DEC59F81476

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menginisiasi kegiatan edukasi budaya bertajuk “Nglaras” (Nguri-nguri lan Regenerasi Seni Gembrung) pada Kamis (23/07/2026).

Program yang berlangsung di Sanggar Gembrung “Wahyu Iromo”, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro ini bertujuan untuk mengenalkan kesenian tradisional Gembrung kepada anak-anak sekolah dasar sejak dini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keberlanjutan kesenian daerah yang kaya akan nilai sejarah, kebersamaan, dan kearifan lokal.

Melalui program ini, siswa SD Negeri Meduri 3 diajak untuk mengenal lebih dekat warisan budaya yang ada di desa mereka.

Rangkaian acara dimulai sejak sehari sebelum pelaksanaan, di mana mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 memberikan pemahaman materi dasar di kelas mengenai sejarah, fungsi, dan nilai budaya Gembrung.

Pada hari pelaksanaan, mahasiswa mendampingi para siswa menuju lokasi sanggar untuk mengikuti sesi praktik interaktif.

Setibanya di Sanggar Gembrung “Wahyu Iromo”, para peserta disambut oleh pengurus dan seniman lokal.

Anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai instrumen musik yang digunakan, mendengarkan demonstrasi tabuhan, serta diberikan kesempatan langsung untuk mencoba memainkan alat musik Gembrung secara bergantian dengan bimbingan para pelaku seni.

Ketua Sanggar Gembrung “Wahyu Iromo”, Pak Romli, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN-TK Unigoro dalam mendampingi anak-anak mengenali budayanya sendiri.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memperkenalkan kesenian tradisional Gembrung kepada generasi muda. Gembrung tidak hanya hiburan, tetapi mengandung nilai budaya dan kebersamaan.

Lewat praktik langsung di sanggar, pengalaman belajar anak-anak jadi lebih menarik dan bermakna. Kami berharap kerja sama antara sanggar, sekolah, mahasiswa, dan masyarakat bisa terus berjalan,” ungkap Pak Romli.

Melalui program “Nglaras”, diharapkan benih kecintaan dan kepedulian terhadap seni tradisional dapat tertanam pada diri generasi muda Desa Meduri.

Kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku seni diharapkan terus terjalin agar kesenian Gembrung tetap lestari sebagai identitas dan kebanggaan daerah.