Peristiwa

Sosialisasi Pelestarian Kesenian Gembrung oleh KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro di SDN Meduri 3

liputanbojonegoro637
×

Sosialisasi Pelestarian Kesenian Gembrung oleh KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro di SDN Meduri 3

Sebarkan artikel ini
1BDEEA91 D900 4497 94FA 32C548C8B818

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kegiatan sosialisasi pengenalan kesenian tradisional Gembrung di SDN Meduri 3, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang diusung melalui program Nglaras (Nguri-nguri lan regenerasi kesenian gembrung) ini bertujuan untuk mengedukasi serta menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya lokal yang menjadi identitas Desa Meduri.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN-TK memaparkan materi mengenai sejarah, asal-usul, hingga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kesenian Gembrung.

Para siswa dikenalkan pada peran Gembrung yang tidak sekadar sebagai media hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan penguat tali silaturahmi masyarakat.

Tidak hanya mendengarkan paparan teori, para siswa SDN Meduri 3 juga berkesempatan mengikuti sesi demonstrasi interaktif.

Dengan menghadirkan pelaku seni dan tokoh budaya setempat, para siswa diajak melihat langsung pertunjukan, mengenali instrumen, hingga mencoba memainkan alat musik Gembrung secara langsung di bawah bimbingan para seniman.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Siswa-siswi menunjukkan ketertarikan tinggi melalui partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan praktik bermain musik.

Kepala SDN Meduri 3, Sri Suharti, S.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Bojonegoro tersebut. Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini sangat krusial untuk membentuk karakter anak yang mencintai warisan bangsanya.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi anak-anak mengenai pentingnya mengenal dan melestarikan budaya sendiri.

Kami berharap ke depan ada kerja sama lanjutan seperti pelatihan rutin atau pementasan seni, sehingga siswa dapat mempelajari Gembrung secara lebih mendalam,” tutur Sri Suharti.

Melalui sinergi antara pihak sekolah, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program Nglaras diharapkan mampu memantik semangat regenerasi pelaku seni Gembrung.

Dengan demikian, kesenian tradisional ini dapat terus lestari di tengah era modernisasi dan berpotensi mendukung pengembangan sektor seni, budaya, hingga pariwisata lokal di Desa Meduri.