PemerintahanPertanian

Medhayoh Ke-4: Bupati Dorong Peningkatan Produktivitas Tembakau dan Tinjauan Progam GAYATRI

liputanbojonegoro637
×

Medhayoh Ke-4: Bupati Dorong Peningkatan Produktivitas Tembakau dan Tinjauan Progam GAYATRI

Sebarkan artikel ini
7932cc7c eb03 476a 88fc 2b39c4c41136

BOJONEGORO – Medhayoh ke-4 bertempat di kediaman Ibu Yusiati di Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras, telah dilaksanakan Medhayoh ke-4 dengan tema “Produktivitas Komoditas Tembakau di Kabupaten Bojonegoro”. Pada Senin, (14/07/2025).

Acara ini bertujuan untuk menjalin dialog interaktif antara masyarakat dan pemerintah daerah, menghadirkan bupati, wakil bupati, dan perwakilan dari OPD terkait, serta kelompok tani dari seluruh desa di Kecamatan Sugihwaras.

Pada acara ini, PLT. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Zainal Fanani, memberikan arahan mengenai pentingnya meningkatkan produktivitas tembakau. Untuk mendukung keberhasilan para petani, DKPP memperkenalkan program sekolah lapang tembakau yang dimulai di tahun 2025 di tiga kecamatan Kepohbaru, Kasiman, Malo).

“Dalam program ini, petani akan mendapatkan pelatihan menyeluruh, mulai dari pembenihan hingga pascapanen, serta dukungan pupuk untuk petani tembakau.”

Pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan aspirasinya mengenai kesulitan yang mereka hadapi, terutama terkait musim kemarau basah yang mengharuskan mereka menanam tembakau hingga tujuh kali. Hal ini perlunya pengadaan alat dryer pengering tembakau juga disampaikan.

Menanggapi hal ini, Bupati Setyo Wahono menyatakan akan meminta dinas terkait untuk melakukan riset mendalam terkait ketersediaan dan harga alat tersebut guna mendukung keberlangsungan usaha tani tembakau, demi kesejahteraan petani tembakau di Bojonegoro.

Muncul pula permintaan agar petani tembakau diberikan perlindungan melalui peraturan daerah, guna menghindari praktik merugikan dari tengkulak dan memastikan hasil panen dapat terserap.

Bupati menanggapi bahwa saat ini regulasi nasional cenderung membatasi industri rokok, sehingga penguatan sektor tembakau lokal perlu dilakukan secara seimbang dan bijak.

Isu kesehatan juga turut disorot. Warga mengusulkan agar pasien TBC, yang tidak dapat bekerja selama masa pengobatan, diberikan santunan. Termasuk pula dukungan bagi kader kesehatan yang memiliki risiko tinggi dalam mendampingi pasien.

“Pemerintah Daerah menyambut baik usulan ini dab mempertimbangkannya sebagai bentuk apresiasi atas peran kader dan perlindungan bagi pasie.”

Sementara Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah menambahkan arahan terkait pentingnya masyarakat aktif melaporkan penderita TBC ke Puskesmas untuk mendukung program jemput bola tenaga kesehatan. Wakil Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan CKG dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia secara efisien. Arahan ini dilakukan dalam berbagai kesempagan agar program prioritas kesehatan dari pemerintah dapat menjangkau sebanyak mungkin masyarakat di Bojonegoro. Tuturnya.”

Kegiatan Medhayoh ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menanggapi kebutuhan masyarakat di sektor pertanian dan kesehatan.

Usai dialog, Bupati dan Wakil Bupati meninjau pelaksanaan program GAYATRI (Gerakan Ayam Petelur Mandiri) di Desa Panemon. Program ini menggunakan dana APBDes dan menjadi bagian dari program prioritas Bupati-Wakil Bupati dalam menekan angka kemiskinan di Bojonegoro.

Hasil tinjauan menunjukkan keberhasilan distribusi dan pemanfaatan kandang serta ayam oleh keluarga penerima manfaat. Pendistribusian kandang dan ayam sudah diterima salah satunya oleh Mas Wahyu Setiabudi pada tanggal 12 Juli 2025.

Menurut laporan Camat Sugihwaras, “Dari 17 Desa yang ada di Kecamatan Sugihwaras, Dua desa yaitu Panemon dan Alasgung, telah merealisasikan program unggulan GAYATRI, sementara 15 desa lainnya siap menerima pendistribusian kandang dan ayam minggu depan.”Ucapnya.

(Prokopim)