Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Wajah wilayah utara Kecamatan Balen kini bersalin rupa. Hamparan hijau padi yang luas kini dibelah oleh jalur cor beton yang mulus, menciptakan pemandangan layaknya permadani alam yang tertata rapi. Infrastruktur baru ini bukan sekadar pemanis lanskap, melainkan tumpuan harapan bagi peningkatan ekonomi warga Desa Mulyoagung.
Pembangunan jalan sepanjang 1.886,5 meter ini merupakan realisasi dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025. Dengan nilai investasi mencapai Rp 4,6 miliar, jalan ini menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo, serta menjadi jalur alternatif strategis menuju pusat Kota Bojonegoro melalui Jalan Veteran.
Titik pembangunan yang tersebar di wilayah RT 1, 8, 10, dan 11 tersebut kini tidak lagi sulit dilalui saat musim hujan. Sebaliknya, jalur ini bertransformasi menjadi rute favorit yang nyaman bagi warga yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama.
Bagi masyarakat lokal, proyek yang ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026 ini adalah jawaban atas penantian panjang. Dampak paling signifikan dirasakan oleh para petani. Dengan kondisi jalan yang stabil, biaya angkut hasil panen kini jauh lebih murah karena akses kendaraan angkut menjadi lebih lancar.
Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menyatakan bahwa pembangunan ini mengusung semangat pembaruan bagi warga.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya fungsional, tapi juga membawa semangat baru. Melihat jalan yang rapi di tengah sawah yang hijau memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kami,” ujar Abdi.
Selain sektor pertanian, jalan ini juga memperpendek jarak tempuh warga menuju fasilitas publik. Akses ke layanan kesehatan dan pendidikan di kota kini terasa lebih dekat dan nyaman.
Abdi Nugroho optimis bahwa infrastruktur yang mulai dikerjakan sejak akhir Oktober 2025 ini akan menjadi poros ekonomi baru. Ia berharap keindahan dan kualitas jalan yang sedang dibangun dapat dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat sebagai simbol gotong royong.
“Kelancaran akses pertanian adalah kunci kesejahteraan petani kami. Ini adalah warisan berkelanjutan untuk kemajuan desa,” pungkasnya.







