Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro, Kabar gembira menghampiri para petani di Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah secara resmi telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2025. Kebijakan ini disambut antusias sebagai angin segar yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas sektor pertanian lokal.
Keputusan penurunan harga ini, yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, membawa dampak positif menjelang musim tanam. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zainal Fanani, menyampaikan bahwa kebijakan ini membuat biaya menjadi semakin terjangkau.
Berikut daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang berlaku mulai tahun 2025:
Jenis Pupuk sesuai Harga Eceran Tertinggi (Rp/kg)
Urea Rp1.800
NPK Rp1.840
NPK untuk Kakao Rp2.640
ZA Rp1.360
Organik Rp640
Lebih lanjut, Zainal Fanani menegaskan bahwa penurunan HET ini harus diikuti dengan penurunan biaya distribusi hingga ke tingkat kios. Ia memperingatkan bahwa Pemkab Bojonegoro akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan kios atau penyalur yang menjual pupuk di atas harga yang ditetapkan (HET).
Petani juga didorong untuk mempercepat penebusan pupuk. Tindakan ini tidak hanya membantu proses tanam, tetapi juga krusial bagi Pemkab dalam memetakan dan merealokasi stok pupuk dari wilayah yang kelebihan ke wilayah yang membutuhkan.
Mengenai ketersediaan stok, alokasi pupuk Urea untuk tahun 2025 ditetapkan mencapai 61.000 ton, angka yang dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan musim tanam .
Stok pupuk tahun ini aman. Kami mengimbau petani segera menebus pupuk yang sudah disediakan agar proses tanam tidak tertunda,” pungkas Zainal.






