NasionalPemerintahan

Perkuat Data dan Kemandirian, Mensos Gus Ipul Tinjau Program Sekolah Rakyat di Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

Perkuat Data dan Kemandirian, Mensos Gus Ipul Tinjau Program Sekolah Rakyat di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
8BD4C15A 0378 4916 AAA9 9FDC136F414B

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (21/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempercepat langkah pengentasan kemiskinan melalui sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan penguatan program pendidikan bagi warga rentan.

Mengawali agenda di Pendopo Malowopati, Gus Ipul memimpin sosialisasi DTSEN yang dihadiri oleh sekitar 700 peserta, mulai dari Camat, Kepala Desa, hingga pendamping PKH se-Kabupaten Bojonegoro.

DTSEN merupakan sistem basis data terpadu yang dirancang untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, efisien, dan dinamis. Gus Ipul menekankan bahwa validitas data adalah kunci utama keberhasilan program pemerintah.

“Penanganan kemiskinan harus terarah dan terpadu. Data dikelola oleh BPS, namun tugas kita adalah memutakhirkan secara aktif. Melalui peran aktif desa, data akan menjadi jauh lebih akurat sehingga bantuan benar-benar sampai pada yang berhak,” ujar Mensos dalam arahannya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa pihaknya telah mulai menggunakan DTSEN sebagai pijakan program daerah. Ia menggarisbawahi visi Bojonegoro untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Fokus kami adalah membangun kemandirian melalui program Gayatri. Kami ingin masyarakat memiliki pendapatan harian dan kebiasaan menabung, bukan justru terbiasa dengan mentalitas ‘tangan di bawah’,” tegas Setyo Wahono. Ia menambahkan bahwa validasi data lapangan terus dilakukan secara mendetail dengan melibatkan pemerintah desa.

Usai sosialisasi, Gus Ipul melanjutkan peninjauan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 di Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Sekolah ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan atau the invisible people.

Mensos menyatakan apresiasinya atas keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam mengawal program ini. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pilar utama untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan hak pendidikan yang layak sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kunjungan ini ditutup dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penjangkauan keluarga miskin di Bojonegoro melalui integrasi kebijakan yang solid, mulai dari tingkat kementerian hingga ke tingkat desa. (Prokopim)