Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah (20 Februari 2025 – 20 Februari 2026), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren positif di berbagai sektor pembangunan.
Dengan visi membawa Bojonegoro lebih bahagia dan makmur, pemerintah daerah fokus pada lima pilar utama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil berpusat pada peningkatan daya saing daerah. “Pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya pada Senin (2/2/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bojonegoro berhasil ditekan dari 11,69% pada 2024 menjadi 11,49% pada 2025. Pemerintah optimistis pada akhir 2026 angka ini akan turun ke level 10,55%.
Keberhasilan ini didorong oleh program inovatif seperti Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), beasiswa pendidikan, serta jaminan sosial bagi lansia dan pekerja rentan. Selaras dengan itu, angka pengangguran juga mengalami penurunan dari 4,42% menjadi 3,90%, berkat program vokasi yang berhasil menyerap ribuan tenaga kerja lokal ke sektor formal.
Di sektor ekonomi, Bojonegoro memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Timur. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) melonjak tajam sebesar 24,7%, mencapai 886 ribu ton pada 2025. Angka ini tercatat sebagai kenaikan tertinggi dalam satu dekade terakhir, menempatkan Bojonegoro sebagai produsen padi terbesar kedua di Jawa Timur.
Selain itu, neraca perdagangan daerah menunjukkan performa impresif. Nilai ekspor meningkat menjadi 116,8 juta USD, sementara nilai impor berhasil ditekan, menciptakan surplus yang berkontribusi pada cadangan devisa negara.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro terus merangkak naik, dari 72,75 (2024) menuju proyeksi 74,21 pada 2026. Komitmen ini dibuktikan dengan kenaikan anggaran beasiswa menjadi Rp 40,467 miliar di tahun 2026, yang mencakup beasiswa scientist, sarjana desa, hingga bantuan untuk santri dan mahasiswa tugas akhir.
Di bidang kesehatan, Bojonegoro baru saja meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori ‘Madya’ di Jakarta pada 27 Januari 2026, sebagai bentuk apresiasi atas perlindungan kesehatan total bagi warganya.
Guna mendukung mobilitas ekonomi, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp 651 miliar untuk infrastruktur di tahun 2025. Capaian fisik meliputi pembangunan 33 km jalan rigid beton, rehabilitasi 83 km jalan kabupaten, serta pemeliharaan jembatan di 262 titik strategis.
Dengan capaian tahun pertama ini, pasangan Wahono-Nurul optimistis dapat terus mengakselerasi pembangunan demi mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga dan daya saing global bagi seluruh masyarakat Bojonegoro.








