Peristiwa

Sambut 1 Muharram, NU Pekuwon Bojonegoro Gelar Santunan Anak Yatim

liputanbojonegoro637
×

Sambut 1 Muharram, NU Pekuwon Bojonegoro Gelar Santunan Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
E9F30DA9 B435 462D B557 54085338AB52

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Pekuwon bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pekuwon menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu.

Acara yang berlangsung penuh khidmat dan berkah ini dipusatkan di Balai Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, pada Minggu (28/06/2026).

Kegiatan sosial tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Badan Otonom (Banom) NU Ranting Pekuwon, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para anak yatim/piatu selaku penerima santunan.

Ketua PR NU Pekuwon, K. Nur Hadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara ulama (Ranting NU) dan umaro (Pemerintah Desa) demi kemaslahatan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan pesan menyentuh serta motivasi mendalam kepada anak-anak yatim dan piatu yang hadir.

“Tetap semangat, kami tidak merendahkan namun kami justru ingin mengangkat derajat kalian semua. Semoga kalian tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,” ujar K. Nur Hadi memberi semangat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pekuwon, Rona Probily, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus NU, para donatur, masyarakat, serta para agniya’ (para dermawan) yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk menyukseskan acara ini.

“Ini adalah momentum kepedulian dengan sesama, dan kita semua bertanggung jawab atas masa depan mereka. Selama kegiatan itu positif, Pemdes Pekuwon akan selalu mendukung penuh, apalagi kegiatan yang nyata memberikan manfaat bagi warga masyarakat,” tegas pria yang akrab disapa Bang Billy tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan taushiyah singkat yang disampaikan oleh Ketua LAZISNU MWC Sumberrejo, H. M. Iksan. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah yang hadir tentang pentingnya menjaga persatuan dengan menyitir sebuah maqolah: “Al-jama’atu rahmah wal furqotu adzabun” (Bersama-sama/berjamaah itu adalah rahmat, sedangkan berpecah-belah itu adalah azab).

“Saat hari kiamat nanti, semua manusia membutuhkan pertolongan. Semua nabi tidak dapat memberikan syafaat atau pertolongan, kecuali Baginda Nabi Muhammad SAW. Salah satu jalan mendapatkan cinta beliau adalah dengan menyayangi apa yang beliau sayangi, termasuk anak yatim,” terang H. M. Iksan.

Ia juga memberikan pujian khusus atas kepedulian warga NU di tingkat ranting, khususnya di Desa Pekuwon, yang tidak hanya memberikan bantuan materi (shodaqoh), tetapi juga perhatian yang berkelanjutan kepada anak yatim/piatu.

“Kepedulian NU di tingkat ranting ini sangat luar biasa, memberikan perhatian setiap saat. Namun, yang paling terpenting dari itu semua adalah membina akhlak mereka. Kalau bisa, pembinaan ini terus dikawal melalui peran NU, Muslimat, maupun Fatayat,” tambahnya.

Mengakhiri arahannya, H. M. Iksan mengingatkan sebuah hadits tentang keutamaan menjadi jembatan kebaikan bagi sesama.

“Siapa orang yang menunjukkan atau menjembatani kebaikan kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan pahala yang sangat banyak, mengalir seperti pahala orang yang melakukannya,” pungkasnya.

Rangkaian acara santunan yang berjalan dengan lancar dan khidmat ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan, keberkahan, serta keselamatan seluruh warga Desa Pekuwon.