Pemerintahan

Wabup Bojonegoro Tutup KKN Fakultas Peternakan UB, Dorong Mahasiswa Jadi Pahlawan Pengentas Kemiskinan

liputanbojonegoro637
×

Wabup Bojonegoro Tutup KKN Fakultas Peternakan UB, Dorong Mahasiswa Jadi Pahlawan Pengentas Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
0e3e9233 4d43 4194 ab52 20b9378473b1

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, secara resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang di GOR Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (30/7/2025).

Acara penutupan ini menandai berakhirnya pengabdian 604 mahasiswa yang telah tersebar di berbagai desa di Bojonegoro sejak 2 Juli 2025.

Selama KKN, para mahasiswa berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, yaitu Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI). Program ini bertujuan untuk membantu warga miskin dengan memberikan bantuan berupa ayam petelur.

Dekan Fakultas Peternakan UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan seluruh masyarakat atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa para mahasiswa merasa berat hati meninggalkan Bojonegoro setelah beradaptasi dengan baik.

“Saya dengar ada yang sudah ‘kecantol’ dengan bunga desa,” ujar Prof. Muhammad Halim yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.

Lebih lanjut, ia juga memohon maaf jika ada perilaku mahasiswa yang kurang berkenan selama KKN. Halim juga mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan, hingga mendapatkan penanganan medis. Di akhir sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas implementasi beberapa teknologi tepat guna (TTG) yang berhasil diterapkan oleh mahasiswa.

Sementara itu, Wabup Nurul Azizah dalam sambutannya memotivasi para mahasiswa agar bisa menjadi sosok-sosok yang sukses dan berhasil. Ia mencontohkan beberapa tokoh nasional yang berasal dari Bojonegoro, seperti Menko PMK Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dan Rektor UB Prof. Widodo.

“Sukses itu tidak datang tiba-tiba, tapi melalui sebuah proses,” tegas Nurul, seraya berpesan agar para mahasiswa tetap semangat.

Wabup juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata yang telah diberikan para mahasiswa melalui KKN tematik. Ia berharap para mahasiswa dapat terus menjadi pahlawan yang membantu mengentaskan kemiskinan di daerahnya masing-masing.

“Program GAYATRI ini telah menjadi inovasi, dan kalian telah membantu secara bertahap mengentaskan kemiskinan,” kata Nurul.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Pemkab Bojonegoro berupa udeng obor sewu. Wabup menjelaskan bahwa udeng dan selendang obor sewu memiliki makna sebagai penerang dalam kehidupan. Acara ditutup dengan pemberian piala kepada 11 kelompok terbaik di bidang teknologi tepat guna dan diakhiri dengan pembacaan hamdalah. (Prokopim)