Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Aksi nyata kepedulian terhadap warga yang terdampak krisis air bersih ditunjukkan melalui sinergi antara Yonif TP 885/Belibis Putih, SMP Negeri 1 Dander, BPBD Kabupaten Bojonegoro, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Pada Minggu (24/8/2025), berbagai pihak tersebut turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Sendangharjo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Langkah ini diambil untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
Wilayah Desa Sendangharjo yang cukup luas membuat jaringan distribusi air belum mampu menjangkau seluruh pemukiman penduduk secara merata.
Sekretaris Desa Sendangharjo menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa desanya memang tidak memiliki sumber air bersih yang memadai dan sangat bergantung pada pasokan dari wilayah Grogolan, Dander.
“Setiap musim kemarau warga kekurangan air untuk minum, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Luas wilayah kami mencapai sekitar 952 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.400 kepala keluarga (KK). Beberapa RT di ujung sistem distribusi belum bisa terjangkau,” jelasnya.
Selain membantu ketersediaan air, kegiatan ini juga menjadi momentum perkenalan bagi Yonif TP 885/Belibis Putih yang merupakan satuan batalyon baru di wilayah tersebut, sekaligus mempererat hubungan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kegiatan penyaluran air bersih ini juga melibatkan unsur pendidikan dan kepemudaan. Ketua OSIS SMP Negeri 1 Dander, Idza Aliffianto Putra, memanfaatkan momen ini untuk mengajak rekan-rekan pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan air.
“Mari bersama-sama membantu sesama. Gunakanlah air sebaik mungkin sebelum kita kesulitan menemukannya. Air adalah sumber kehidupan, jadi jangan pernah menyepelekan ketersediaannya,” ujar Idza.
Senada dengan hal tersebut, Pratama (Ketua) Pramuka SMP Negeri 1 Dander menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam aksi kemanusiaan ini menjadi sarana belajar gotong royong dan pembentukan karakter peduli lingkungan.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan sosial serupa, khususnya untuk membantu masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Aksi tanggap darurat ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi krisis air warga Sendangharjo, tetapi juga memperkuat sinergi sosial dan menanamkan nilai-nilai kepedulian bagi generasi muda di Kabupaten Bojonegoro.







