Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berkomitmen mendorong lahirnya wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat membuka acara Bootcamp UMKM/Pemuda yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati.
Dalam arahannya di hadapan peserta, Wabup Nurul Azizah menekankan pentingnya mentalitas “petarung” bagi generasi muda dalam menghadapi kerasnya persaingan dunia usaha. Ia berpesan agar para pemuda tidak cepat berpuas diri atau terjebak dalam zona nyaman.
“Dunia ke depan penuh dengan tantangan. Jiwa petarung mungkin jatuh berulang kali, tetapi ia akan selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada keadaan,” tegas Nurul.
Ia juga mengingatkan pentingnya memegang prinsip yen ora obah, ora mamah (jika tidak bergerak, tidak makan) sebagai dorongan untuk terus berikhtiar.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa antusiasme pemuda Bojonegoro sangat tinggi. Dari total 215 pendaftar, sebanyak 150 peserta terbaik dari 24 kecamatan berhasil lolos seleksi administrasi.
Pelatihan maraton ini berlangsung dari 27 Agustus hingga 9 September 2026, dengan pendekatan 100% praktikum berbasis produk siap saing.
Selama tiga hari masa pelatihan intensif di masing-masing lokasi, para peserta digembleng oleh 6 mitra lembaga pelatihan profesional.
Adapun enam fokus utama bidang usaha yang digeluti peserta meliputi Olahan pangan dan hasil pertanian, Budidaya jamur tiram, Pertanian modern, Affiliator digital, Jasa Master of Ceremony (MC), dan Kerajinan tangan.
Program ini ditargetkan mampu mencetak wirausahawan baru (startup) sekaligus memperkuat kapasitas bisnis yang sudah berjalan.
Dengan tumbuhnya bisnis lokal, Pemkab Bojonegoro berharap penyerapan tenaga kerja dapat meningkat, mempercepat migrasi dari sektor informal ke formal, serta menekan angka pengangguran di daerah.






