Pemerintahan

Bojonegoro Kejar Target Swasembada Gula, Perluas Areal Tanam Tebu Hingga 3.000 Hektar

×

Bojonegoro Kejar Target Swasembada Gula, Perluas Areal Tanam Tebu Hingga 3.000 Hektar

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Sosialisasi Pengembangan Kawasan Tebu di Ruang Angling Dharma, Kamis (4/9/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai komitmen daerah dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, dan Perum Perhutani KPH Bojonegoro.

Acara diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta utusan petani dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023.

Pemerintah pusat menargetkan swasembada gula konsumsi tercapai pada 2028, diikuti swasembada gula industri dan bioetanol pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan penambahan areal tanam tebu secara nasional seluas 1 juta hektar, dengan alokasi perluasan untuk Kabupaten Bojonegoro sebesar 2.597,5 hektar.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro optimistis dapat merealisasikan target penanaman tebu hingga 3.000 hektar.

“Target ini tidak kecil. Karena lahan yang akan ditanami berada di wilayah KPH dan kewenangan kawasan hutannya ada di Dinas Perkebunan, maka kita perlu berkoordinasi lebih lanjut,” ujar Nurul Azizah.

Wabup menambahkan, sekitar 40 persen dari total wilayah Bojonegoro yang seluas 231.000 hektar merupakan kawasan hutan, sehingga memiliki potensi ketersediaan lahan yang sangat besar.

Sebagai langkah konkret penguatan kelembagaan, Pemkab Bojonegoro akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di tingkat kecamatan hingga desa.

Melalui koordinasi bersama 430 ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan seluruh Kelompok Tani (Poktan), pemerintah berharap program pengembangan kawasan tebu ini dapat menjangkau seluruh petani di Bojonegoro secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *