KesehatanPemerintahan

Bojonegoro Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
2526DEFC DFC4 4DC3 8697 7DEE6DB570AE

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya secara menyeluruh, program ini menjadi senjata utama pemerintah dalam deteksi dini penyakit dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam program siar SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro bertajuk “Yuk CKG! Cek Kesehatan Setahun Sekali, Berarti Sekali” pada Jumat (24/04/2026), Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengungkapkan bahwa CKG adalah langkah strategis untuk menekan biaya kesehatan di masa depan melalui pencegahan sejak dini.

Ninik memaparkan bahwa pada tahun 2025, Bojonegoro berhasil menempati peringkat kedua di Jawa Timur dengan cakupan CKG mencapai 40,3 persen atau sekitar 53.500 jiwa.

“Tahun 2026 ini adalah tahun kedua pelaksanaan secara menyeluruh bagi semua kelompok usia. Kami menargetkan minimal 46 persen masyarakat Bojonegoro mengikuti CKG, dengan target khusus setiap Puskesmas mampu melakukan skrining minimal 55 persen penduduk di wilayahnya,” ujar Ninik.

Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan biasa, CKG di Bojonegoro dirancang spesifik berdasarkan kelompok usia. Kepala Puskesmas Kedungadem, dr. Aulia Mustika Devi, menjelaskan rincian layanan tersebut:

• Bayi & Balita: Fokus pada skrining penyakit bawaan (tiroid, jantung), pemantauan stunting, serta potensi TBC.

• Remaja: Pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk deteksi anemia serta pengecekan gula darah.

• Dewasa & Lansia: Skrining penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes) serta deteksi dini kanker serviks (IVA/HPV DNA) dan kanker payudara bagi perempuan.

• Calon Pengantin: Tersedia paket pemeriksaan kesehatan reproduksi dan skrining penyakit menular seperti HIV dan sifilis.

Untuk memastikan program ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Dinas Kesehatan menerapkan strategi aktif dan pasif. Selain melayani warga yang datang ke Puskesmas, petugas kesehatan juga melakukan aksi “jemput bola” dengan turun langsung ke desa-desa, terutama wilayah yang sulit dijangkau (pelosok).

Selain pemeriksaan fisik, masyarakat juga diberikan skrining perilaku seperti pola aktivitas fisik dan kebiasaan merokok untuk memetakan risiko kesehatan secara menyeluruh.

Melalui program CKG, Pemkab Bojonegoro berharap kesadaran warga akan pentingnya investasi kesehatan meningkat. Dengan deteksi yang lebih cepat, penanganan medis dapat dilakukan secara lebih efektif, sekaligus mendukung program nasional dalam penanganan stunting dan pemberantasan TBC di tingkat daerah.