Peristiwa

Warga Desa Sembung Sukorame Lamongan Gelar Sedekah Bumi

liputanbojonegoro637
×

Warga Desa Sembung Sukorame Lamongan Gelar Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini
9542A46D 9CC5 45CD 9EEE E1201BEF5261

Liputanbojonegoro.com, Lamongan – Pemerintah Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, sukses menggelar Upacara Adat Sedekah Bumi di Punden Dusun Sembung pada Minggu (25/4/2026).

Tradisi tahunan ini dilaksanakan sebagai wujud syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Acara dimulai dengan prosesi kirab gunungan yang berisi aneka hasil bumi. Iring-iringan tersebut dimulai dari kediaman Kepala Desa Sembung menuju Punden Dusun Sembung, yang diikuti oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, Linmas, serta ratusan warga setempat.

Tahun ini, penyelenggara mengusung tema “Melestarikan Adat adalah Wujud Membangun Silaturahmi agar Tetap Kuat dan Sinergi”.

Kepala Desa Sembung, Gatot, S.H., menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan warga. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan besar ini terlaksana murni berkat swadaya masyarakat Desa Sembung.

“Alhamdulillah, tingkat kesadaran warga sangat tinggi. Dari 250 kepala keluarga, sekitar 99,7% secara ikhlas berpartisipasi menyukseskan acara ini. Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Gatot dalam sambutannya.

Ia juga berharap dukungan masyarakat tetap kuat agar di tahun-tahun mendatang, khususnya tahun 2027, pelaksanaan Sedekah Bumi dapat berjalan lebih meriah.

Senada dengan Kepala Desa, Camat Sukorame Harwah Yutomo yang hadir mewakili jajaran Forkopimcam, menekankan pentingnya menjaga esensi dari Sedekah Bumi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Sedekah Bumi adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas panen hasil bumi yang melimpah. Atas nama Forkopimcam, kami juga berterima kasih atas undangan ini sehingga bisa menyaksikan langsung kerukunan warga Desa Sembung,” kata Harwah.

Selain sebagai ajang syukur, upacara adat ini juga menjadi momen spiritual bagi warga untuk memanjatkan doa kepada para leluhur atau perintis Desa Sembung. Tradisi ini dianggap penting untuk menjaga akar budaya di tengah modernisasi.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah seluruh warga. Sebagai puncak hiburan, panitia menghadirkan seni Campursari Anggun Wijaya dari Desa Sumber Banjar, Kecamatan Bluluk, yang disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Sukorame, Ketua BPD beserta anggota, tokoh agama, serta tokoh masyarakat desa setempat.