Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Gerak Badan Pencak Margaluyu 151 Yogyakarta Cabang Bojonegoro Ranting Balen menggelar kegiatan doa bersama dan manaqib kubro pada Senin (30/6/2026) malam.
Kegiatan spiritual yang berkolaborasi dengan Jamaah Aqula Nusantara Sidobandung ini ditempatkan di kediaman Affandi Margiono, Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, pengurus ranting, ratusan anggota Margaluyu 151, serta jamaah setempat.
Ketua Ranting Balen, Heri Susilo, yang hadir menyampaikan amanat dari Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro, Suwarto, menegaskan bahwa momentum ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus melakukan pembenahan internal.
“Margaluyu 151 harus menjadi organisasi yang semakin kompak dan memiliki semangat persaudaraan yang kuat. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun organisasi yang lebih maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Heri dalam sambutannya.
Di hadapan para anggota, Heri juga menyerukan pentingnya menjaga kerukunan dan mempererat tali persaudaraan, baik di internal organisasi maupun dengan seluruh perguruan pencak silat lain di Bojonegoro.
Menurutnya, sikap saling menghormati adalah kunci utama untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sekaligus mencegah terjadinya gesekan di lapangan.
Ia juga menginstruksikan seluruh warga Margaluyu 151 untuk aktif mendukung Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Kecamatan Balen.
Sementara itu, perwakilan dari Pengurus Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro, Abdul Muchid, mengingatkan para anggota mengenai esensi menjadi seorang pesilat Margaluyu sejati yang menuntut komitmen, kedisiplinan, serta ketekunan berlatih.
Abdul Muchid menjelaskan bahwa proses pembelajaran di Margaluyu 151 sangat panjang dan dinamis.
Wisuda dasar bukanlah akhir, melainkan gerbang awal dari tingkatan sabuk dan keilmuan berikutnya Tahapan Pembinaan Margaluyu 151 Wisuda Dasar (Awal Perjalanan), Wisuda R Buka, Wisuda R Tutup, dan Tataran Tar (Tingkatan Tertinggi).
“Mari terus semangat berlatih, memperdalam keilmuan kita, dan yang paling penting adalah selalu menjaga nama baik nama besar Margaluyu 151 di mana pun kita berada,” tegas Abdul Muchid.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manaqib dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Mursid selaku imam.
Dalam tausiyah singkatnya, Kyai Mursid mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk meluruskan niat dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Melalui kegiatan keagamaan ini, Margaluyu 151 Bojonegoro berharap nilai-nilai spiritualitas yang ditanamkan dapat berjalan beriringan dengan aspek fisik pencak silat, sehingga mampu melahirkan generasi pesilat yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi keharmonisan masyarakat.






