Pemerintahan

Sasar 4.400 KPM, Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Gayatri

liputanbojonegoro637
×

Sasar 4.400 KPM, Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Gayatri

Sebarkan artikel ini
614DA747 7910 4608 BFC6 E6A7F6B957CA

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan daerah melalui program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Pertelur Mandiri).

Program yang digulirkan sejak 2025 ini dirancang sebagai solusi berbasis keluarga prasejahtera untuk membangun kemandirian ekonomi dari pekarangan rumah.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa Gayatri bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Gayatri di Pendopo Kecamatan Dander, Selasa (21/7/2026).

“Saya ingin masyarakat belajar mandiri dan tidak tergantung pada orang lain.

Melalui bantuan ayam petelur ini, setiap keluarga diharapkan bisa mencukupi gizi anak-anak sekaligus memiliki penghasilan tambahan setiap harinya,” ujar Setyo Wahono di hadapan 80 peserta KPM dari 8 desa di Kecamatan Dander.

Pada tahun anggaran 2026, program Gayatri menargetkan 4.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dalam skemanya, produksi telur harian ditujukan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga guna menunjang tumbuh kembang anak.

Selain itu, sebagian hasil penjualan telur didorong untuk disisihkan sebagai modal pembelian bibit ayam baru ketika masa produktif ternak usai pada usia 20–22 bulan.

“Guna memastikan keberlanjutan usaha, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro turut memberikan pembekalan teknis.

Para penerima bantuan dibekali materi manajemen budidaya, pemeliharaan kesehatan hewan, hingga pengelolaan keuangan usaha mikro.

Mengenai mekanisme penyaluran, Pemkab Bojonegoro memastikan pendataan dilakukan secara transparan dan objektif. Penerima bantuan diprioritaskan bagi warga usia produktif (18–60 tahun) yang memiliki komitmen kuat untuk beternak.

“Bantuan diberikan kepada yang benar-benar berhak berdasarkan data Desil 1 sampai 5. Bukan karena kedekatan politik, tapi karena Bapak dan Ibu memang layak dibantu untuk lebih sejahtera,” tegas Setyo.

Melalui keberlanjutan program Gayatri, Pemkab Bojonegoro optimistis dapat menekan angka kemiskinan secara bertahap sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi mikro berbasis perdesaan.