Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Suasana Alun-Alun Bojonegoro mendadak riuh dan penuh warna pada Sabtu (25/7/2026).
Sebanyak 1.366 guru Taman Kanak-Kanak (TK) bersama 767 anak didik memadati kawasan tersebut untuk mengikuti jalan sehat massa dalam rangka memperingati HUT ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) sekaligus Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
Mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun”, kegiatan ini menekankan pentingnya kesejahteraan pendidik dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai pijakan utama mencetak generasi emas.
Acara diawali dengan senam sehat bersama yang penuh gelak tawa anak-anak dan kehangatan para guru. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro.
Dalam sambutannya sebelum melepas peserta jalan sehat, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset paling berharga bagi masa depan bangsa.
“Anak-anak adalah aset bangsa untuk mewujudkan generasi emas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mempersiapkan sumber daya manusia unggul melalui berbagai program, termasuk penyediaan beragam beasiswa,” ujar Nurul Azizah.
Ia menambahkan, investasi terbaik bagi tumbuh kembang anak bukanlah sekadar pembangunan fisik, melainkan pendidikan yang mampu memupuk karakter, kreativitas, kemandirian, dan daya saing.
Program pendidikan dan beasiswa yang digelontorkan Pemkab Bojonegoro dihadirkan agar setiap anak memiliki kesempatan seimbang tanpa terkendala latar belakang ekonomi.
Tak hanya soal anak, Nurul Azizah juga menyoroti peran vital para pendidik. Menurutnya, mutu pendidikan usia dini tidak bisa dilepaskan dari tingkat kesejahteraan para guru TK.
“Guru yang mendapatkan perhatian dan dukungan memadai akan mampu memberikan proses pembelajaran yang jauh lebih optimal. Ini menjadi fondasi kuat dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun,” tegasnya.
Peringatan ganda ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak di Kabupaten Bojonegoro. (Prokopim)








